Rekomendasi

Sebanyak 292 Ekor Buaya yang Dibantai Warga di Musnahkan BKSDA

Selasa, 17 Juli 2018 : 09.05
Published by Hariankota
SORONG - Sedikitnya 282 dari 292 ekor bangkai buaya yang telah dibantai eh warga di penangkaran buaya milik CV. Mitra Lestari Abadi di jalan bandara, SP 1, kelurahan Klamalu, Distrik Aimas, kabupaten Sorong, Papua Barat dimusnahkan oleh BKSDA Sorong.

Pemusnahan ratusan bangkai buaya yang rata-rata sudah mengeluarkan bau tak sedap ini, dengan cara di bakar sebelum ditimbun dengan tanah.

Pantauan hariankota.com, buaya-buaya itu diangkut menggunakan gerobak dorong oleh dua pegawai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sorong ke sebuah lubang yang telah disiapkan.

Warga Distrik Aimas, Kabupaten Sorong nekat melakukan aksi pembantaian terhadap ratusan ekor buaya tersebut,pada Jumat (13/7/2018) lantaran marah karena seorang warga bernama Sugito tewas akibat dimangsa buaya, saat korban masuk ke areal penangkaran untuk mencari rumput makanan ternak.

Kabid Teknis BKSDA Sorongm Heri Tri Wibowo, 10 bangkai buaya tidak ikut dimusahkan karena akan digunakan sebagai sampel barang bukti dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Lanjut Heru, jenis buaya yang dibantai warga ini adalah buaya muara dan buaya air tawar di mana kedua buaya jenis ini termasuk satwa yang dilindungi.

Namun khusus untuk wilayah Papua hewan reptil berbahaya ini diizinkan untuk diburu. Menurutnya, kedua jenis buaya ini boleh diperdagangkan, atas izin sejumlah pihak termasuk BKSDA.

Terkait izin usaha yang dimiliki oleh perusahaan penangkaran buaya, menurutrnya masih berlaku hingga tahun 2018 ini dan dikeluarkan oleh pihak BKSDA

“Kemungkinan kalau melihat data yang dilaporkan itu mungkin lebih dari 292 ekor. Jadi kemungkinan ini, makanya kita mengimbau kepada masyarakat, jangan masuk dengan bebas di sini karena kemungkinan di sini masih ada buaya yang mungkin masih ukuran kecil kemungkinan masih ada, kalu dilihat dari laporan lebih dari itu. Ada 292 ekor kemudian ada indikasi laporan masyarakat bahwa ada buaya yang sempat keluar penangkaran, yang tidak bisa kita identifikasi itu juga ada. Jadi kemungkinan masih ada di sini,” tegas Heru, Selasa (17/7/2018).

Untuk itu BKSDA Sorong mengimbau warga di sekitar penangkaran buaya untuk tidak beraktifitas di dalam atau di sekitar areal penangkaran.

Pasalnya, dikhawatirkan masih ada bayi buaya, atau buaya besar lainnya yang kemungkinan masih bersembunyi di sekitar lokasi pasca-penyerangan warga. Selanjutnya penangkaran buaya ini, dalam pengawasan ketat BKSDA Sorong.


Kontributor: Irfan Sanjaya
Editor: Irawan

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners