Rekomendasi

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Anggota MPR /DPR RI Tanggapi Keluhan Kesenjangan Ekonomi

Sabtu, 28 Juli 2018 : 21.42
KLATEN - Kesenjangan menjadi masalah utama belum tercapainya kemakmuran sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia. Beban ekonomi dan kehidupan sosial yang dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, kian hari dirasakan makin bertambah berat.

Hal itu mengemuka saat anggota MPR /DPR RI dari Partai Gerindra, Bambang Riyanto menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti ratusan peserta di Dukuh Tegalrejo RT 21 / RW 06, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jum'at (27/7/2018) malam.

"Ini terjadi karena implementasi pelaksanaan isi pasal 33 UUD 1945 belum sepenuhnya dijalankan pemerintah. Selain itu, praktik-praktik menyimpang dari amanat UUD 1945 harus diluruskan kembali," kata Bambang menjawab pertanyaan warga tentang masih jauhnya kesejahteraan untuk dijangkau masyarakat, utamanya menengah kebawah.

Menurut Bambang, kesenjangan atau ketimpangan ekonomi di Indonesia terjadi karena seluruh sumber ekonomi, baik strategis atau bukan, tidak sepenuhnya dikuasai oleh negara. Untuk itu, tidak ada solusi lain kecuali mengembalikan kedaulatan negara atas sumber-sumber ekonominya terutama yang menguasai hajat hidup orang banyak.

"Peran serta rakyat di daerah harus dimunculkan dalam bentuk nyata, sehingga pembangunan good corporate governance (GCG) dan kemampuan SDM bisa dikembangkan. Dengan demikian, daerah bukan sebagai penonton, apalagi alat segelintir orang yang memiliki modal besar," ujar Bambang.

Ketimpangan kesejahteraan dan ekonomi di Indonesia terjadi karena berawal dari peraturan yang tidak dilaksanakan sesuai amanat dan bahkan bertentangan dengan jiwa UUD 1945.

"Dalam pasal 33 (UUD 1945) pada frasa "cabang-cabang produk yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara'. Konteks cabang-cabang produksi, seperti sembako dan listrik, yang kemudian harus diartikan secara luas tetapi pada intinya harus dikuasai negara," tandas Bambang.

Dalam kesempatan itu, Bambang menyampaikan pesan, sebagai bagian dari kader partai Gerindra yang telah memberi mandat kepada Ketua Umum Prabowo Subianto maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2019 -2024, masyarakat pendukung diminta jangan mudah termakan isu maupun fitnah, dimana tujuannya jelas untuk memperlemah dan memecah suara rakyat.

"Pak Prabowo itu dalam bahasa jawanya sebenarnya 'getem' (geram-red) melihat kondisi negara saat ini. Melihat kehidupan ekonomi rakyat makin susah karena banyaknya praktek - praktek penyimpangan. Kalau dikaitkan dengan sila ke 5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jelas kondisi sekarang masih jauh dari harapan," pungkas Bambang.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Martin
Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners