Rekomendasi

Terkendala Petugas, Biometrik Belum Maksimal Diterapkan di Embarkasi Solo

Selasa, 17 Juli 2018 : 20.30
BOYOLALI - Penerapan pemeriksaan identitas calon haji dengan Biometrik yang baru kali pertama di terapkan di Embarkasi Solo belum bisa berjalan secara maksimal sesuai harapan.

Pemindaian retina, wajah dan sidik jari yang bertujuan memudahkan prosedur keimigrasian saat jamaah masuk ke Arab Saudi ini, pada tahap perdana, baru bisa memeriksa sekira 50 persen dari 257 jumlah jamaah calon haji yang tergabung pada kelompok terbang (kloter) 1 dari Kabupaten Tegal.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Afief Mundzir menjelaskan, biometrik belum bisa 100 persen di terapkan lantaran pihak vendor serta petugas pendamping dari Arab Saudi hanya satu orang dan baru pertama kalinya mengoperasikan peralatan biometrik.

"Untuk pemeriksaan biometrik pertama ini, kami akui kurang begitu lancar sebab petugasnya (dari Arab - Red) juga perlu penyesuaian," kata Afief saat ditemui di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Selasa (17/7/2018).

Belum adanya penyesuaian petugas dengan peralatan biometrik tersebut, mengakibatkan durasi waktu pemeriksaan menjadi lama. Semula, berdasarkan simulasi, rentang waktu pemeriksaan tiap calon haji antara 5 - 7 menit,  dengan alokasi waktu untuk satu kloter sekira 4 jam.

Namun, prakteknya pada operasional perdana biometrik ini, butuh waktu sekira 10 menit untuk satu orang calon haji.

Melihat kondisi seperti itu, akhirnya diputuskan untuk sisa calon haji dari kloter satu yang belum diperiksa, maka pemeriksaan biometrik akan dilakukan di Bandara AMMA, Madinah, Arab Saudi. Hal ini ditempuh mengingat pendeknya waktu yang mendekati jadwal jam pemberangkatan.

"Kami memaklumi jika dalam proses pertama ini masih belum lancar, sebab tenaga dari vendornya juga baru. Namun, kami targetkan setelah ada penyesuaian, maksimal pada kloter ke empat nanti sudah lancar. Proses biometrik bisa dilakukan sepenuhnya di Embarkasi Solo ini," jelasnya.

Sementara Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono yang hadir dalam pelepasan kloter pertama di Embarkasi Solo menambahkan, tujuan utama pemeriksaan biometrik adalah untuk membantu imigrasi Kerajaan Arab Saudi dalam pemeriksaan identitas jamaah calon haji dari Indonesia.

"Proses biometrik sebelumnya dilakukan di Arab Saudi. Adapun kali ini dipindah untuk diuji cobakan di tiga embarkasi, Surabaya, Jakarta dan Solo. Dengan demikian, saat tiba di Arab Saudi nanti, para jamaah tinggal cap pasport saja," paparnya.

Anung pun memaklumi jika dalam penerapan perdana biometrik masih ditemui kendala. Menurutnya, kendala operasional hanya pada masalah adaptasi saja.

"Alat baru pertama dioperasionalkan, jadi masalah adaptasi saja. Semoga di kloter selanjutnya bisa lebih baik," pungkasnya.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners