Rekomendasi

Begini Surat Terbuka yang Dikirimkan ke Presiden Joko Widodo Oleh Keluarga Korban

Senin, 20 Agustus 2018 : 22.30
Begini Surat Terbuka yang Dikirimkan ke Presiden Joko Widodo Oleh Keluarga Korban (Foto: Midaada/hariankota)
KOTA MALANG - Belum pastinya jadwal kepulangan jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi dari Jerman, membuat pihak keluarga melayangkan surat terbuka ke Presiden Joko Widodo mendesak pemerintah segera memulangkan jenazah Shinta.

Ibu kandung korban, Umi Salamah mengatakan pihak keluarga sudah lelah dengan janji - janji Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Konsulat Jenderal Republik (KJRI) Indonesia.

"Kita akan mengirim surat terbuka ke Presiden yang intinya meminta menanyakan kenapa jenazah Shinta tidak segera dipulangkan dari Jerman oleh Kemenlu dan KJRI. Nanti kita akan kasih ke media dan publik juga," terang Umi Salamah ditemui di rumahnya Jalan Bandulan Gang 12 Nomor 359, Sukun, Kota Malang.

Dalam surat tersebut tertulis terima kasih atas bantuan dana yang diberikan pemerintah Indonesia, namun janji pemulangan jenazah Shinta melalui Bapak Joneri dari pihak KJRI dan Direktur Perlindungan WNI Kemenlu tak juga terealisasi.

Adapun poin - poin pihak keluarga melalui surat terbuka, pertama kesanggupan KJRI menerbangkan Shinta ke Jerman pada Jum'at 17 Agustus 2018 melalui penerbangan malam hari. Kedua, Kemenlu akan mengusahakan penerbangan dengan maskapai terbaik dan tercepat. Ketiga, tak ada respon pemberian boking kode kargo sesuai yang dijanjikan Kemenlu.

"Harapan kami mohon segera kami mendapat kepastian jadwal pemulangan jenazah almarhumah Shinta Putri Dina Pertiwi," tulis pihak keluarga di surat terbuka. Di akhir surat, pihak keluarga memberikan keterangan lampiran komunikasi melalui percakapan whatsapp dengan pihak Kemenlu dan KJRI sejak tanggal 10 hingga 20 Agustus 2018.

Keluarga juga melampirkan foto ibu kandung korban, Umi Salamah yang tengah memangku foto anak keduanya dengan posisi duduk di sisi batu nisan yang sudah disiapkan pihak keluarga.

Sebelumnya, Shinta Dina Putri Pertiwi mahasiswi asal Malang yang menempuh kuliah di jurusan Biokimia, Universitas Bayreuth ini tewas tenggelam saat berenang di Danau Trebgas Badesse, Bayreuth, Bavaria, Jerman, pada Rabu pagi 8 Agustus 2018 waktu setempat.

Hasil autopsi kepolisian setempat menyimpulkan Shinta tewas murni karena kecelakaan tenggelam dan tidak ditemukan adanya indikasi tindakan kriminal.


Reporter: Midaada
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners