Rekomendasi

Bertarif Rp6 Juta, Pensiunan Bidan Ini Diduga Sudah Buka Praktek Sejak 2012

Rabu, 29 Agustus 2018 : 18.08
Bertarif Rp6 Juta, Pensiunan Bidan Ini Diduga Sudah Buka Praktek Sejak 2012 (Foto: Istimewa)
MEDAN - Seorang pensiunan bidan berinisial NFT alias T (69) dibekuk subdit 4 Ditkrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) karena diduga membuka praktek aborsi. Selain membekuk NFT, polisi pun membekuk seorang perempuan berumur 21 tahun.

Polisi berhasil mengungkap kasus aborsi yang melibatkan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan seorang perempuan berinisial KFS alias Tika (21) warga Jambi yang merupakan pasien, yang diduga pasien aborsi.

Kanit 3 subdit 4 Ditkrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Kompol Wira Prayatna mengatakan, keduanya dibekuk di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sitirejo, Kota Medan. Kronologis terungkapnya praktek aborsi ini, ungkap Wira, berawal dari adannya laporan warga.

"Keduanya ditangkap di rumah yang dicurigai jadi tempat praktik aborsi ilegal. Dalam rumah itu petugas menemukan NFT yang sedang melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien, yakni KFS yg diketahui akan melakukan aborsi terhadap janinnya yang telah berusia 4 (empat) bulan di kandungan," ujar Kompol Wira dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (29/8/2018).

Selain mengamankan keduanya, polisi pun mengamankan sejumlah peralatan yang diduga dipakai untuk melakukan aborsi serta uang tunai sebesar Rp5 juta. Saat diperiksa, NFT mengaku telah menjalani praktek aborsi sejak tahun 2012.

"Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Diketahui pelaku NFT sudah menjalankan praktik illegalnya dari tahun 2012. Diduga Pelaku sudah aborsi lebih dari 5 pasien. Dan terhadap pasien yg terakhir ini pelaku mendapat upah jasa dari Pasien sebesar Rp 6 juta," pungkas Kompol Wira.

Peraturan yang dilanggar kedua tersangka yakni Ketentuan pidana yang diterapkan, Pasal 194 jo psl 75 ayat (2) UU. R.I. no. 36 Thn 2009 ttg UU Kesehatan, ancaman paling lama 10 tahun denda Rp 1 Milliar dan Pasal 86 jo pasal 46 Ayat 1 UU. R.I. No. 36 Thn 2014 tentang enaga Kesehatan ancaman denda Rp 100 juta.

Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners