Rekomendasi

Caleg DPRD Provinsi Asal Sragen Ditangkap Polisi, Ini Kata Ketua DPC Demokrat

Sabtu, 18 Agustus 2018 : 18.14
Ilustrasi
SRAGEN - Diamankannya Bacaleg Provinsi, Sugeng Sutrisno, yang diduga melakukan tindak pidana penipuan, mendapat tanggapan dari DPC Parta Demokrat Sragen.

Kepada awak media, Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi menegaskan Caleg Demokrat DPRD Provinsi Dapil Jateng VI, Sugeng Sutrisno yang ditangkap Polsek Gemolong, Rabu (15/8/2018) saat ini, tidak lagi menjadi kader Partai Demokat.

Budiono juga menegaskan, Sugeng Sutrisno, menjadi Bacaleg, tanpa melalui seleksi di DPC. Menurut Budiono, terungkapnya kasus ini, justru akan berdampak positif, sehingga tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari, jika yang bersagkutan menjdi anggota legislatif.

"Perlu saya tegaskan, Sugeng Sutrisno bukan lagi kader Demokrat. Saya malah bersyukur kasus ini terungkap. Daripada nanti malah banyak rakyat dirugikan. Dan tentunya bagi internal PD kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi," tandasnya, Sabtu (18/08/2018).

Sementara itu, samoai saat ini, belum ada pernyataan dari Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti. Tidak ada jawaban, ketika hariankota.com menghubungi melalui telepon selularnya, Sabtu (18/08/2018).

Disisi lain, Damas Kurniadi, penasehat hukum korban, melalui telepon selularnya, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus ini. Damas mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang berasal dari Partai Demokrat yanag akan bertarung untuk memperbutkkan kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Sutrisno (48) dibekuk aparat Kepolisian, Rabu (15/8/2018) siang, di jalan raya Solo-Purwodadi, Gemolong.

Caleg DPRD dengan nomor urut 3, dari daerah pemilihan ( Dapil) Jateng VI (Sragen-Karanganyar-Wonogiri) itu ditangkap, karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan.

Bacaleg DPRD Provinsi nomor urut 3 Dapil Jateng VI (Sragen-Karanganyar-Wonogiri) itu mengaku sebagai pengacara dan berjanji menyelesaikan sengketa tanah milik warga yang dijadikan agunan di salah satu bank Salatiga.

Sugeng meminta biaya Rp 60 juta untuk membantu agar tanah dan pekarangan milik korban tak dieksekusi. Namun tanah dan pekarangan korban, Sumiyatun, tetap dieksekusi dan uang Rp 60 juta yang dibayarkan ternyata digunakan sendiri oleh Sugeng. 

Kontributor: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners