Rekomendasi

Direktorat Bea Cukai Sebut 20 Perusahaan Rokok Elektrik Sudah Kantongi Izin Resmi

Sabtu, 04 Agustus 2018 : 20.23
Ilustrasi
MALANG - Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang berlaku mulai 1 Juli 2018. Di mana melalui aturan terbaru tersebut, liquid vape yang merupakan HPTL dikenakan tarif cukai sebesar 57% dari Harga Jual Eceran

Berbekal Peraturan Menteri Keuangan (PMK) maka Direktorat Bea Cukai telah melegalkan beberapa perusahaan rokok elektrik dan sisha. Dengan ditetapkannya cukai rokok elektrik membuka angin segar bagi perusahaan vape dan sisha untuk diakui negara sebagai pelaku usaha legal.

Dirjen Bea Cukai, Hari Pambudi sampaikan dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) setidaknya sudah ada sekitar 20 pabrik yang dapat izin resmi NPP. Sebelumnya kebijakan cukai terkait vape dan sisha sudah dibicarakan bersama Komisi XI DPR RI.

"Saat ini perusahaan vape menjadi perusahaan resmi dan legal. Sudah ada 20 pabrik yang dapat izin resmi NPP," ujar Hari Pambudi saat memimpin pemusnahan barang bukti cukai ilegal di Kota Malang.

Ilustrasi
Disampaikan juga, implementasi dari kebijakan cukai rokom elektrik ini akan mulai diterapkan pada Oktober tahun 2018 mendatang. "Namun fokus kita tidak pada penerimaan tapi pengendalian dan pengaturan," ucapnya lebih lanjut.

Sementara itu saat ditanya berapa kisaran penerimaan negara dari cukai rokok elektrik, dirinya belum mengetahui berapa jumlah pastinya.

Selain itu terkait adanya keluhan dari perwakilan perusahaan rokok elektrik maupun sisha, pihaknya mempersilakan untuk berkonsultasi dan menyampaikan keluhan kepada Direktorat Bea Cukai.

"Untuk besarnya penerimaan negara (dari cukai elektrik) berapanya nanti saya lihatkan lagi. Jika ada keluhan (pengusaha rokok elektrik maupun sisha) langsung menyampaikan keluhan kepada Direktorat Bea Cukai. Semua keluhan akan kita dengarkan," tutupnya. 

Editor: Rahayu
Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners