Rekomendasi

Izin Lapangan di Tolak, Aksi 9 September Bakal Geser ke Jalan

Kamis, 30 Agustus 2018 : 19.21
SOLO - Berbagai kendala menghadang rencana kegiatan Jalan Sehat Umat Islam Solo dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional (Haornas), 9 September yang dituding sarat kepentingan politik.

Penolakan terhadap acara yang juga dibarengi aksi penyampaian aspirasi tuntutan turunkan harga sembako, BBM dan tarif listrik dengan mengundang Neno Warisman dan musisi Ahmad Dani ini, tidak hanya datang dari beberapa elemen warga Solo saja.

Kali ini, giliran Pemkot Solo melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) tak memberi izin penggunaan lapangan Kotta Barat dengan alasan pada hari yang bersamaan sudah ada yang akan menggunakan.

Koordinator acara jalan sehat umat muslim, Endro Sudarsono saat dihubungi hariankota.com, Kamis (30/8/2018) menyampaikan, hingga sore hari ini pihaknya belum menerima pemberitahuan apapun, tentang di izinkan atau tidak penggunaan lapangan Kotta Barat.

"Belum juga, surat permohonan pinjam kami belum mendapat disposisi baik diizinkan atau ditolak. Kami belum menerima surat balasan," katanya. Meski demikian, acara jalan sehat dan penyampaian aspirasi tetap akan dilaksanakan meskipun nanti tak di izinkan menggunakan lapangan Kotta Barat.

"Kami akan geser, menggunakan Jalan Dr Moewardi yang berada di sebelah barat lapangan Kotta Barat," katanya.

Selain itu, menyinggung tentang izin kepolisian, Endro menyebut bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan pada Minggu, (9/9/2018) nanti, panitia hanya mengirim surat pemberitahuan saja lantaran bukan acara komersil.

"Pengalaman kami setiap menggelar aksi selama ini, bahkan dengan jumlah peserta mencapai puluhan ribu, kami selalu mengirim surat pemberitahuan saja. Dan acara berjalan aman tidak ada kericuhan," terang Endro yang juga Sekjen Laskar Umat Islam Solo (Luis).

Dikatakan Endro, oleh Polresta Solo, memang diminta untuk mengurus izin ke Polda Jateng, mengingat ada rencana kehadiran artis dari Jakarta, Bunda Neno (Neno Warisman) dan Ahmad Dani. Dan atas Permintaan itu, panitia juga memenuhi dengan datang ke Mapolda di Semarang.

Adanya kekhawatiran soal keamanan pada saat pelaksanaan acara, Endro menyebut, sesuai prosedur, pengamanan sepenuhnya di serahkan kepada kepolisian yang jelas memiliki kewenangan dengan di bantu keamanan dari internal panitia yang telah disiapkan.

Terpisah, Sekretaris Dispora Kota Solo, Radik Karyanto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa, lapangan Kottabarat akan digunakan untuk acara Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso). "Acara untuk memperingati Haornas 2018 yang digelar rutin setiap tahun oleh Pemkot Solo, dan itu wajib diselenggarakan tiap tanggal 9 September," terangnya.

Menurut Radik, Haornas, dilaksanakan serentak berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Tengah kepada seluruh pemerintah daerah, yakni, wajib untuk mengadakan jalan sehat. Radik tak menampik jika pihaknya menerima surat izin penggunaan lapangan Kottabarat oleh panitia jalan sehat dari umat muslim Solo yang telah masuk pada akhir Juli 2018 lalu.

Namun, setelah melakukan koordinasi dengan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), keputusan pelaksanaan Porwaso ke -35 Kota Solo baru terbit, Rabu (29/8/2018) kemaren.

"Karena keputusan penggunaan berdasar hasil koordinasi OPD baru terbit kemarin, maka, setelah ini baru kita berkewajiban untuk membalas pengajuan surat izin penggunaan lapangan (kepada panitia panitia jalan sehat umat muslim- Red)," pungkasnya.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners