Rekomendasi

Keluarga Korban Tabrak Mercy Tunjuk Tujuh Pengacara

Senin, 27 Agustus 2018 : 19.49
Keluarga Korban Tabrak Mercy Tunjuk Tujuh Pengacara (Foto: dok.hariankota)
SOLO - Sedikitnya tujuh pengacara ditunjuk sebagai kuasa hukum keluarga almarhum Eko Prasetio (29), pengendara sepeda motor yang tewas seketika usai ditabrak mobil mewah Mercedez Benz (Mercy) yang dikemudikan Iwan Adranacus (31), seorang Presiden Direktur pabrik cat ternama yang berlokasi di Kebak Kramat, Palur, Karanganyar.

Penunjukan tim kuasa hukum yang dimaksudkan untuk mengawal jalannya proses hukum terhadap Iwan Adranacus (pelaku penabrak) ini, disampaikan ayah kandung korban, Suharto di kediaman Mudrick M Sangidoe, pendiri LBH Mega Bintang, di Kartopuran, Solo, Senin (27/8/2018).

"Mereka (tujuh pengacara) secara resmi telah saya beri surat kuasa untuk mengawal proses hukum tindak pidana hingga tuntas," kata Suharto.

Pada kesempatan itu, Suharto juga mengklarifikasi tentang beredarnya isu yang menyebut dirinya menerima kompensasi dengan angka mencapai miliaran rupiah, serta ada isu permintaan maaf dari keluarga pelaku.

"Ada kabar dari kiri kanan kalau keluarga korban menerima miliyaran rupiah, itu fitnah. Selain itu juga ada isu lagi bahwa keluarga tersangka telah bersilaturahmi dan meminta maaf, itu tak benar," tegas Suharto.

Keluarga Korban Tabrak Mercy Tunjuk Tujuh Pengacara (Foto: Sapto Nugroho)
Kepada hariankota.com dan awak media yang hadir, Suharto menandaskan bahwa dirinya sama sekali tak pernah menerima uang seperser pun dari keluarga pelaku penabrak anaknya.

Melihat dari kronologi kejadian, Suharto meminta agar Polisi yang menangani kasus ini menjerat tersangka pelaku dengan pasal pidana seberat - beratnya, bukan hanya menjerat dengan pasal pembunuhan.

"Tersangka harus dijerat dengan pasal yang lebih berat dari pasal pembunuhan. Saya meyakini, tersangka melakukan pembunuhan dengan sengaja dan terencana," imbuhnya.

Ketua DPC Peradi Solo, Badrus Zaman yang juga hadir dalam penunjukan tim kuasa hukum, mengatakan, polisi sebaiknya menjerat tersangka dengan pasal 340 tentang pembunuhan terencana.

"Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara yang sekarang digunakan menjerat tersangka saya nilai masih kurang. Indikasi kuat bahwa tersangka memang berencana melakukan pembunuhan di sini jelas ada," terangnya.

Badruz menyebut, rencana pembunuhan bisa muncul lantaran ada jeda waktu sebelum kejadian, dimana diawali percekcokan, adu mulut antara korban dengan pelaku di perempatan jalan MT Haryono hingga tertabraknya korban di jalan KS Tubun samping Mapolresta Solo.

"Nanti pembuktian apakah tersangka berencana melakukan pembunuhan atau tidak di dalam persidangan. Jadi pasal 340 itu tidak masalah untuk ditambahkan," katanya.

Terpisah, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menyampaikan, hingga kini pihaknya terus mengebut penyidikan untuk menuntaskan kasus dugaan kesengajaan pengemudi Mercy menabrak pengendara sepeda motor dari belakang yang terjadi pada Rabu (23/8/2018) lalu.

Kapolresta pun meminta agar masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penyidikan kepada jajaran kepolisian, dan di himbau tidak terpancing isu serta berita hoax yang bertujuan menunggangi.

"Beberapa saksi sudah kami hadirkan. Dari 9 saksi, sekarang sudah bertambah menjadi 13 saksi, termasuk saksi ahli di bidangnya. Selain itu, kami juga meminta keterangan beberapa pihak untuk berkontribusi demi memperkuat penyidikan," pungkasnya.

Kontributor : Sapto Nugroho
Editor: Jumali
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners