Rekomendasi

Kelangkaan Gas Melon Ganggu Kemeriahan Idul Adha di Sukoharjo

Kamis, 23 Agustus 2018 : 20.11
Kelangkaan Gas Melon Ganggu Kemeriahan Iduladha Di Sukoharjo (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Beberapa hari terakhir, ibu - ibu rumah tangga di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo dipusingkan dengan langkanya gas melon atau elpiji 3 kilogram di sejumlah agen penjualan.

Kelangkaan yang terjadi bertepatan dengan momen perayaan Iduladha 1439 Hijriah ini, menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Sukoharjo, Sutarmo, diduga ada kesengajaan dari beberapa agen untuk menaikkan harga jual. Hal ini disampaikan berdasarkan hasil konfirmasinya ke Pertamina

"Sebenarnya dari Pertamina setelah kami hubungi menyatakan tidak ada pengurangan maupun keterlambatan dalam distribusi. Kemungkinan yang terjadi adalah adanya permainan dari agen yang sengaja memanfaatkan momen hari raya Idul Adha, dimana kebutuhan warga untuk memasak sangat tinggi," katanya, saat ditemui hariankota.com, Kamis, (23/8/2018).

Meski begitu, setelah dilakukan pemantauan disejumlah agen, kondisi kelangkaan hanya terjadi di sebagian wilayah saja, terutama dilingkungan padat pemukiman.. Dan hal itu tidak berlangsung lama.

Tindakan tegas akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan Koperasi UKM Sukoharjo jika terbukti langkanya keberadaan gas melon yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah ini ada kesengajaan dari agen untuk mempermainkan harga di tingkat konsumen.

Atau menjual dengan harga tinggi kepada konsumen diluar daerah pemasarannya.

"Sanksi kepada agen pasti ada jika terbukti menimbun atau bahkan menjual keluar daerah yang bukan wilayah pemasarannya. Sanksinya bisa berupa teguran maupun skorsing sementara waktu tidak mendapat pasokan gas melon. Sedang sanksi yang paling berat dicabut ijin keagenannya," tegas Sutarmo

Sutarmo meyakinkan, dari koordinasinya dengan Pertamina diperoleh keterangan bahwa, melalui pangkalan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang ada di Sukoharjo, pasokan gas melon ke agen dipastikan aman, serta tidak akan mengalami kelangkaan.

"Jadi berapapun permintaan dari agen, Pertamina akan siap memasok. Ndak ada masalah,' tandasnya

Sebelumnya, seperti dituturkan orang ibu rumah tangga, Sukiyem (50) warga Dukuh Pojok, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, mengungkapkan, tepat satu hari menjelang hari raya Iduladha, Selasa(21/8/2018) kemarin, ia kesulitan mendapatkan gas melon.

"Beberapa agen yang saya datangi mengatakan, stok elpiji 3 Kg kosong. Agen penjual tidak menyebutkan kapan akan ada kririman stok baru. Ibu - ibu disekitar rumah juga kebingungan karena mau memasak daging kurban. Untungnya sekarang sudah ada lagi, jadi saya bisa masak untuk keluarga," ujarnya.

Sebagai masyarakat kecil, Sukiyem pun berharap kepada pemerintah agar bisa menjamin ketersediaan gas melon bersubsidi di agen - agen yang memiliki ijin. Setidaknya untuk mencegah agen berbuat curang, secara rutin juga perlu dilakukan pemantauan di lapangan.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners