Rekomendasi

Lebarkan Sayap, PT RFB Buka Kantor Cabang di Yogyakarta

Senin, 06 Agustus 2018 : 19.23
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Berdasarkan catatan dari Bursa Efek Indonesia, Yogyakarta memiliki lebih dari 35.900 investor potensial. Pertumbuhan ekonomi di DIY juga mengalami kenaikan yang cukup pesat.

"Kami tertarik melakukan ekspansi, karena para pelaku pasar modal adalah salah satu target market dari investasi komoditas berjangka," kata Teddy Prasetya, Chief Busines Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Senin (6/8/2018).

Hal itu disampaikan saat pembukaan kantor cabang PT RFB di Malioboro City, Sleman. Peresmian kantor cabang Yogyakarta ke 10 ini juga dihadiri Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang, Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi, serta sejumlah pihak dari Pemkab Sleman dan Polda DIY.

"Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi pasar PBK di Indonesia, sekaligus memberi kesempatan pada generasi muda Yogyakarta untuk menjadi pialang handal dan profesional," imbuh Teddy penuh energik.

Upaya ekspansi pasar ini tak lepas dari besarnya potensi industri pialang berjangka di tanah air. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan menyatakan bahwa industri PBK (Perdagangan Berjangka Komoditi) di Indonesia, selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.

"Industri PBK sedang berkembang seiring peningkatan volume transaksi baik bilateral maupun multilateral. Kepercayaan masyarakat serta minat pelaku usaha terhadap PBK juga mulai meningkat baik," kata Stephanus Paulus Lumintang.

Sepanjang semester pertama tahun 2018 RFB meningkat sebesar 27, 16 persen atau bertambah sebanyak 1.311 nasabah, sehingga saat ini jumlah nasabah RFB mencapai lebih dari 10.000.

Dari data volume transaksi RFB hingga Juni 2018 mencapai 615, 513 lot, naik 148, 86 persen dibandingkan posisi yang sama tahun 2017 sebesar 247,332 lor.

Transaksi di produk bilateral atau SPA (Sistem Perdagangan Alternatif) masih memberikan kontribusi lebih besar yaitu 434,957 lor dibandingkan produk multilateral sebesar 180,556 lot.

Namun secara pertumbuhan, transaksi multiteral mengalami peningkatan tajam sebesar 585,07 persen dari semester pertama tahun sebelumnya sebesar 26,356 lot. Sedangkan, transaksi bilateral naik 96,83 persen dari 220,976 lor di tahun 2017 pada periode yang sama.

Dengan pencapaian ini, RFB berhasil menempati posisi sebagai Perusahaan Pialang Berjangka Terbaik dengan berada diurutan pertama dalam Top 5 Pialang Berjangka menurut Bursa Berjangka Jakarta atau JFK (Jakarta Future Exchange).

"Setiap kantor cabang RFB harus memiliki kontribusi terhadap bisnis perusahaan, kami harap dengan pembukaan kantor cabang ini memberi kontribusi 10% dari total bisnis secara umum," kata Dewi Diananingrum, Kepala Cabang PT RFB Yogyakarta.

Dewi juga berharap dengan pembukaan kantor cabang ini turut meramaikan PBK di Kota Pelajar Yogyakarta. Dia berharap masyarakat terbuka terhadap keberadaan industri PBK, sekaligus meningkatkan keuntungan dari sisi bisnis RFB khususnya.

Sementara Teddy menargetkan setelah pembukaan cabang di Yogyakarta ada sekira 300 investor dalam satu tahun yang bergabung dalam usaha di bidang perdagangan berjangka. Meski jumlahnya kecil, tapi tidak sembarang orang bisa bergabung karena hanya mereka yang mapan secara ekonomi.

"Kita target bagi mereka yang secara finansial mapan, ekonomi menengah ke atas karena nilai investasi minimal Rp 100 juta," kata.

Seperti apa industri ini, mereka akan melakukan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan mengenai PBK di Kota Gudeg Yogyakarta. Workshop itu diharapkan mampu memberi pengetahuan setiap orang yang belum mengenal atau memiliki pandangan keliru terhadap industri PBK dan bisnis RFB. 

Reporter: Prabowo
Editor: Rahayu
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More