Rekomendasi

Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang

Minggu, 12 Agustus 2018 : 01.30
Published by Hariankota
JAKARTA - Terhitung 14 hari sejak Minggu (12/8/2018) besuk hingga Sabtu (25/8/2018) masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Lombok, NTB, diperpanjang kembalo diperpanjang oleh Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Kepala Pusat Data informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho penangan gempa masih terus dilakukan, dan masih banyak permasalahan dalam penanganan gempa di Lombok, NTB.

"Diantaranya masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik dan gempa susulan yang masih terus berlangsung," ungkap Sutopo.

Perpanjangan penetapan masa tanggap darurat diharapkam akan semakim memudahkan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumberdaya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, dan administrasi sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.

Diperkirakan korban gempa kemungkinan bertambah. Masih ada korban yang diduga tertimbun longsor juga bangunan roboh. Selain itu kemungkinan ada juga korban meninggal yang belum terdata.

"Korban gempa Lombok terus bertambah. BNPB mencatat, sekitar 387 orang meninggal dunia," ungkap Sutopo. Korban terbesar ada, di Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Selain itu sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik. Ada perbedaan jumlah pengungsi karena pada siang hari mereka kembali ke rumah melihat ternak atau kebunnya, namun saat malam tiba mereka kembali ke pengungsian.

Sedangkan data sementara tercatat sebanyak 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners