Rekomendasi

Sempat Kisruh, Tak Surutkan Minat Warga Ikut Pengobatan Gratis Lions Club Solo Harmoni

Minggu, 19 Agustus 2018 : 19.03
Sempat Kisruh, Tak Surutkan Minat Warga Ikut Pengobatan Gratis Lions Club Solo Harmoni (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)

SUKOHARJO - Sempat kisruh lantaran mendapat penolakan. Kegiatan bakti sosial (baksos) berupa periksa kesehatan dan pengobatan gratis yang dihelat Lions Club International District  307 B2 Indonesia, Minggu (19/8/2018), tetap diminati ratusan warga meski harus berpindah lokasi.

Dari rencana semula di Lapangan Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, oleh panitia kemudian dalam waktu kurang dari satu hari pelaksanaan, terpaksa digeser ke Lapangan Desa Klaruan Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Berpindahnya lokasi ini dijelaskan Presiden Lions Club Indonesia District 307 B2 Indonesia, Zaenal Mustofa, lantaran beberapa warga yang semula tidak mempermasalahkan, mendadak menyampaikan keberatannya atau menolak, dengan alasan, lokasi yang semula telah disepakati untuk baksos digunakan untuk pasar malam.

"Padahal, kami membuat persiapan kegiatan ini sudah hampir satu bulan lamanya, dimana juga diawali dengan saling koordinasi ke tokoh masyarakat setempat, termasuk tokoh Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo," papar Zaenal kepada hariankota.com.

Tak hanya itu, bekerja sama dengan Kesatuan Brigif Mekanis 6/2 Kostrad, Mojolaban, perlengkapan pendukung seperti tenda untuk berteduh, tandu (dragbar), meja dan kursi juga sudah siap dikirim ke lokasi di Desa Pengkol.

Zaenal menduga, penolakan didasari adanya sentimen sebagian warga yang kecewa terhadap pemerintah daerah atas penanganan kasus Limbah PT Rayon Utama Makmur. 

Sehingga ketika ada informasi bahwa baksos Lions Club di Desa Pengkol (tak jauh  dari PT RUM) mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, sebagian warga berubah pikiran.

"Mereka menolak setelah membaca copyan surat edaran yang difoto dan disebar luaskan, bahwa Pemkab Sukoharjo melalui DKK juga berpartisipasi dengan mengirim tenaga kesehatan di lokasi baksos. Ini kan sebenarnya ndak ada masalah. Wajar kalau ada dukungan dari Pemkab melalui DKK. Mereka kan yang punya kewenangan," kata Zaenal yang juga salah satu pengurus DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Solo ini.

Menurut Zaenal penolakan sebagian warga yang disampaikan satu hari menjelang pelaksanaan kegiatan sangat tidak relevan.

Lions Club adalah murni organisasi sosial dengan level internasional tanpa ada unsur politik didalamnya. Bahkan merupakan satu - satunya organisasi sosial yang bermarkas di PBB.

Beruntung, setelah kerja keras panitia dalam mencari lokasi pengganti, akhirnya dapat membuahkan hasil. Dengan dukungan perangkat Desa Klaruan, dan Kesatuan Brigif Mekanis 6/2 Kostrad yang berada di Mojolaban, kegiatan baksos tetap bisa diselenggarakan di lokasi baru yang jaraknya dengan rencana lokasi awal sekira 20 kilometer.

Sedikitnya lima dokter spesialis dan beberapa dokter umum dilibatkan dalam baksos kali ini. Mereka dengan disiplin ilmu masing - masing, dan sikap profesional melayani ratusan warga yang datang mendaftar untuk berobat gratis di lokasi baksos.

"Dokter spesialis yang kami libatkan terdiri, spesialis jantung, spesialis mata, spesialis kandungan, spesialis tulang dan spesialis jiwa. Untuk pemeriksaan mata, kami juga menyiapkan kacamata gratis berdasarkan resep yang dibuat dokternya. Sedangkan untuk dokter umum ada lebih dari dua, termasuk dokter dari Brigif Mekanis Kostrad," katanya.

Ditambahkan Zaenal, Lions Club Internasional District 307 B2 Indonesia yang dipimpinnya merupakan cabang baru yang terbentuk Mei lalu dengan nama Solo Harmoni.

Terpisah, tokoh MPL Sukoharjo, Ari Suwarno saat di minta tanggapannya atas pindahnya lokasi baksos mengatakan, dirinya sama sekali tidak tahu.

"Waduh, saya kurang tahu mas," jawabnya melalui pesan singkat telepon selulernya.
Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners