Rekomendasi

Sepakat Haramkan Politik Transaksional, Bapak dan Anak Kompak Nyaleg

Sabtu, 04 Agustus 2018 : 20.06
Published by Hariankota
Sepakat Haramkan Politik Transaksional, Bapak Dan Anak Kompak Nyaleg (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Kontestasi Pemilu Legislatif (pileg) yang digelar serentak dengan Pemilu Presiden (pilpres) 2019 terlihat begitu meriah. Semua partai politik (parpol) peserta pemilu berlomba memenuhi kuota calon legislatif (bacaleg) untuk didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Upaya memenuhi kuota dilakukan, mengingat hasil perolehan suara pemilu kali ini akan langsung menentukan siapa yang akan memimpin Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 2019 - 2024 mendatang.

Begitu tingginya antusias parpol untuk meloloskan kadernya menjadi bacaleg, beberapa bahkan menyertakan anggota keluarganya untuk bersama - sama berjuang merebut suara pemilih melalui daerah pemilihan (dapil) masing - masing.

Seperti halnya keluarga Bambang Riyanto, mantan Bupati Sukoharjo dua periode (2000- 2005 dan 2005 - 2010) ini. Bersama dua dari tiga anaknya, sulung dan bungsu akan bertarung pada pileg 2019 dalam tingkatan berbeda. Tingkat DPR / MPR RI dan DPRD Kabupaten / Kota.

Bambang yang saat ini menjadi anggota DPR / MPR RI dari Fraksi Gerindra Dapil V Jateng akan kembali bertarung di dapil yang sama. Sedangkan dua anaknya, yakni yang sulung, Yoshua Sindu Riyanto (27) juga anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, kembali maju di dapil yang sama, dapil IV Sukoharjo.

Adapun anak bungsu Bambang, Yuda Sindu Riyanto (23) yang baru saja menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret tahun ini, mencoba peruntungan ikut terjun ke dunia poltik menjadi bacaleg DPRD Kota Surakarta dari dapil I Pasar Kliwon. Bertiga, mereka kompak maju dari Partai Gerindra.

"Anak saya yang sulung, awalnya tidak tertarik dengan dunia politik. Dia baru tertarik setelah ikut KKN saat masih kuliah. Waktu itu, dia menyampaikan melihat kehidupan masyarakat ditempatnya KKN masih memprihatinkan," kata Bambang.

Berangkat dari melihat kondisi masyarakat itulah, anak sulung Bambang dengan harapan dapat membantu kesulitan masyarakat dengan memberikan solusi penyelesaian permasalahan yang di hadapi, dengan keinginan sendiri, mantap ikut terjun ke dunia politik mengikuti jejak bapaknya.

Sementara, untuk anaknya yang paling bungsu, Bambang menyadari masih hijau atau sama sekali belum berpengalaman dalam berpolitik, namun sebagai orang tua, Bambang menyakini dari sisi kapasitas, kapabilitas, dan aksebilitas, anaknya memiliki kemampuan.

"Saya ingin menjadikan anak - anak, pionir - pionir untuk mendidik masyarakat dalam berpolitik dengan tidak menggunakan cara pragmatis, tidak dengan cara transaksional," kata Bambang saat di temui hariankota.com di rumahnya Jalan Kasuari Blok I, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (4/8/2018).

Terlepas dari tudingan maraknya isu politik dinasti, terhadap pilihan anak - anaknya ini, Bambang mengaku sama sekali tidak melakukan tekanan maupun paksaan dengan memberikan doktrin. Menurutnya, semua atas kemauan mereka sendiri.

"Saya bersama istri ( Titik Suprapti, Ketua DPC Gerindra Sukoharjo) dalam mendidik anak - anak tidak pernah mengatur seperti diktator, kamu harus begini atau begitu. Ndak ada itu, semua atas kemauan mereka sendiri," ujarnya.

Kepada anak - anak, Bambang selalu mengingatkan, sebagai wakil rakyat wajib hukumnya untuk mendukung program - program pemerintah yang pro rakyat. Namun, ketika program - program tersebut harus dievaluasi karena tidak pro rakyat, maka juga harus berani menyampaikan sebuah kebenaran.

"Dan dalam penyampaiannya juga harus dibarengi dengan memberikan solusi. Karena, hal semacam itulah yang saya kehendaki. Pemahaman seperti ini saya sampaikan bukan hanya kepada keluarga saya saja, tetapi juga kepada seluruh masyarakat,' tandas Bambang. 

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Martin
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners