Rekomendasi

Anthonius Gunawan Agung Rela Korbankan Nyawa Demi Pesawat Batik Air Dapat Take Off

Minggu, 30 September 2018 : 17.55
Published by Hariankota
Anthonius Gunawan Agung Rela Korbankan Nyawa Demi Pesawat Batik Air Dapat Take Off (Foto:Twitter)
PALU - Meninggal dalam tugas layanan navigasi penerbangan Airnav Indonesia di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Jumat (28/9), Anthonius Gunawan Agung banyak mendapat apresiasi dan simpati dari masyarakat Indonesia.

Meninggal akibat gempat 7,4 magnitudo yang merobohkan lantai empat tower ATC Bandara Palu dimana saat itu Agus sedang bertugas. Meski getaran yang ditimbulkan gempa, membuat petugas di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, berhamburan namun Agus tak bergeming.

Dirinya tetap bertahan di dalam gedung karena tugasnya sebagai navigasi pesawat masih berlangsung. Agus tetap membantu pesawat take off dari bandara. Setelah pesawat dalam kondisi sudah mengudara, barulah Agus keluar dari menara pengatur lalu lintas udara dengan meloncat dari lantai empat menara lalu lintas udara tersebut.

(Foto: Twitter)
Namun sangat disayangkan, justru disitulah dirinya meninggal karena terjatuh mengalami patah tulang. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Kondisi kabin tower lantai empat ATC Bandara Palu, lokasi Agus bertugas setiap harinya robog dan peralatan navigasi rusak parah. Sehingga untuk sementara waktu aktivitas penerbangan di bandara ini ditutup.

Sementara itu pilot Batik Air, Ricosetta Mafella, pesawat terbang yang di pandu Agus di penghujung hidupnya mengaku tidak menyangka sang navigator itu telah berpulang secepat itu. Dirinya tak menyangka itu komunikasi terakhirnya dengan Agus.

Baginya Agus adalah tokoh penyelamat, meski semua terjadi atas kehendak yang Maha Kuasa. Ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan dan dedikasinya yang luar biasa. Dalam kondisi gempa tetap memandu pesawat yang dikemudikannya untuk tinggal landas.

"Oh Tuhan, ini beliau meninggal? Ya ampoon jadi netesin air mata. Last transmisision was ' Batik 6231 R/W 33 clear for take off' and i replied. Thank you for letting me take off. God be with you. So sad and so sorry," ujarnya, dikutip dari Tribun Timur.

Mafella mengungkapkan dalam postingannya kalimat terakhir yang diucapkan Anthonius setelah Batik Air berhasil lepas landas.

("Batik 6231 runway 33 clear for take off'.

This was his last transmission to me then we replied.

Thank you for keeping me and guarding me till I’m safely airborne.

Then he jumped out of tower broke his leg and arm.

Wing of honor for Anthonius Gunawan Agung as my guardian angel at Palu.

Rest peacefully my wing man. God be with you.

'Batik 6231 landasan pacu 33 kosong untuk lepas landas'.

Kalimat itu adalah transmisi terakhir Anthonius pada saya, lalu kami menjawab.

Terima kasih telah menjaga saya selamat sampai saya terbang.

Lalu dia melompat keluar dari menara, menyebabkan kaki dan tangannya patah.

Penghormatan saya untuk Anthonius Gunawan Agung sebagai malaikat pelindung saya di Palu.

Istirahatlah dengan damai. Tuhan bersamamu)" tulis Mafella.

Penulis: Jumali
Editor: Jumali

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners