Rekomendasi

Diduga Lakukan Penodaan Agama, Anggota DPRD Solo Dilaporkan Polisi

Rabu, 05 September 2018 : 23.30
Published by Hariankota
Diduga Lakukan Penodaan Agama, Anggota DPRD Solo Di Laporkan Polisi (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Sejumlah warga Kota Solo mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Kemaslahatan Beragama (FKMPKB) mendatangi Mapolresta Solo melaporkan anggota DPRD Kota Solo berinisial "M" atas dugaan penodaan agama.

Laporan dibuat berdasarkan adanya spanduk yang terpasang pada salah satu sudut jalan di belakang Keraton Mangkunegaran, Solo, seiring maraknya penolakan rencana Aksi 9 September, dimana bunyi tulisan dan gambar spanduk dinilai merusak keberagaman umat beragama di Kota Solo.

Salah satu pelapor Muhammad Taufik, yang juga Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Cabang Solo, usai membuat laporan di Mapolresta Solo, mengatakan, kasus bermula pada tanggal 28 Agustus 2018 lalu, sekira pukul 16.27 WIB salah seorang dari anggota FKMPKB melihat spanduk tersebut.

"Dalam tulisan spanduk yang terpasang bunyinya, “kami mencari saudara bukan mencari musuh, tetapi jikalau saudara datang dengan membawa pedang, kami tidak akan lari” dan pada sebelah kiri spanduk tertera nama terlapor serta sebelah kanan tertera tulisan “Laskar ASU (anjing -Red)” dengan logo kepala anjing," papar Taufik kepada hariankota.com, Rabu (5/9/2018).

Menurut Taufik, selaku bagian dari FKMPKB, dirinya beranggapan, pemasangan spanduk justru menggambarkan bahwa Kota Solo sedang dalam kondisi yang tidak kondusif. Seolah - olah akan ada suatu ancaman (merujuk rencana aksi 9 September) yang mengakibatkan Kota Solo ini dalam keadaan perang.

"Penggunaan kata 'Laskar Asu' ini bisa ditafsirkan sebagai sebuah sindiran yang ditujukan kepada umat Islam, dimana selama ini kata Laskar itu biasa digunakan untuk aktivitas kegiatan perjuangan umat Islam. Ini, sama halnya merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Taufik.

Atas perbuatannya, lanjut Taufik, terlapor dapat diduga melanggar pasal 156, pasal 156a, dan pasal 157 KUHP tentang pernyataan perasaan kebencian, permusuhan, penghinaan dan, jika itu dilakukan dengan sengaja maka terlapor dapat dijatuhi denda serta pidana penjara selama - lamanya lima tahun.

"Kami merasa terganggu dengan spanduk tersebut, karena dapat menimbulkan SARA dan rasa permusuhan. Untuk itu, berdasarkan fakta - fakta yang kami sampaikan, kepada Polisi kami minta supaya terlapor di proses hukum," tegasnya.

Mewakili FKMPKB Kota Solo, Taufik juga mendesak, agar Polisi mengambil tindakan hukum untuk memeriksa terlapor dengan menetapkan sebagai tersangka, termasuk menahan dan lain sebagainya.

"Tadi laporan sudah kami sampaikan ke Kapolresta, dan kami akan menunggu langkah yang akan dilakukan kepolisian," katanya.

Perlu diketahui, dalam surat laporan, selain Taufik dan beberapa advokat lainnya, turut menyertakan tanda tangan sebagai pihak pelapor, yakni, tokoh pendiri LBH Mega Bintang Solo, Mudrick M Sangidoe.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Jumali
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More