Rekomendasi

DKP Jateng Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Nelayan dari Kemalangan

Kamis, 27 September 2018 : 12.20
Published by Hariankota
DKP Jateng Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Nelayan Dari Kemalangan (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Tingginya resiko sosial seperti kecelakaan dan kematian terhadap pekerja mandiri di sektor kelautan khususnya nelayan mandiri, maka dinilai perlu adanya satu alat pengaman untuk melindungi kesejahteraannya secara drastis jika sewaktu - waktu tertimpa kemalangan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Lalu M Syafriadi, Rabu (26/9/2018) malam, usai penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberi jaminan sosial bagi seluruh nelayan di Jateng.

"MoU ini sebagai realisasi dalam mengaplikasikan undang-undang no 7 tahun 2016 tentang perlindungan nelayan, tambak garam, pengolahan, dan pembudidaya. Nantinya, implentasinya akan dilakukan secara mandiri per orang," jelasnya.

Sebagai langkah awal kesepakatan, DKP akan memulai dari nelayan perairan laut, dan selanjutnya secara berkala dilanjut ke nelayan perairan darat seperti keramba di waduk maupun petani garam yang ada di Jateng.

"Nah tentu kami harapkan (nelayan bergabung) dengan BPJS Ketenagakerjaan yang sudah jelas manfaatnya, dan preminya juga sangat terjangkau. Tinggal nanti bagaimana sistem membayar preminya," lanjutnya.

Untuk memudahkan nelayan, DKP merencanakan bekerja sama dengan tempat pelelangan ikan (TPI) ditiap dermaga untuk pembayaran premi dengan langsung memotong upah ataupun hasil penjualan ikan yang didapat nelayan. Sistem ini, diyakini tidak akan terlalu membebani, mengingat besarannya hanya Rp.16.800,-/bulan/orang.

Sementara, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng & DIY, Moch Triyono menyampaikan perlindungan yang diberikan kepada para nelayan mencakup dua program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

"Pilihan kepesertaan untuk dua program ini jumlah iuran yang dibayarkan sangat terjangkau. Ini semua tujuannya untuk melindungi para nelayan dari resiko kecelakaan yang tak pasti kapan akan terjadinya dengan membayar premi iuran yang sudah pasti," katanya.

Targetnya Triyono pun menyebutkan seluruh nelayan di Jateng yang jumlahnya mencapai ratusan ribu ini, ke depannya, diharapkan bisa terlindungi program jaminan sosial. "Untuk sementara, data yang ada pada kami sudah ada sekira 4000 nelayan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun begitu, kami tidak akan memaksakan diri," pungkasnya.

Kontributor : Sapto Nugroho
Editor : Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More