Rekomendasi

Dua Santri Tewas Tenggelam di Kolam Air, PT SMGP Diminta Bertanggungjawab

Minggu, 30 September 2018 : 10.06
Published by Hariankota
Dua Santri Tewas Tenggelam di Kolam Air, PT SMGP Diminta Beetanggungjawab (Syah Rangkuti/hariankota)
MANDAILING NATAL - Ternyata dua orang yang jatuh ke dalam kolam penampungan air milik perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) pada Minggu pagi (29/9/2018) sekitar pukul 8.30 Wib adalah murid Psantren Mustafawiyah Purba Baru.

Kedua korban masih tercatat sebagai santri di psantren Musthafawiyah Purba Baru, mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi, setelah dilakukan proses pencarian selama kurang lebih enam jam, keduanya adalah Irsanul Mahya (14) dan Muhammad Musawi (15) merupakan warga desa Sibanggor Jae kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Di tempat kejadian, tim pencarian yang bekerja mulai pukul 9.00 Wib menggunakan peratalan perahu karet dan lainnya, tim dibantu TNI/Polri dan warga setempat, kemudian berhasil menemukan jenazah keduanya yang tertancap dalam lumpur dasar kolam dengan kedalaman 9 meter.

Petugas pencarian menemukan jenazah keduanya sekitar pukul 14.30 Wib. Lalu, jenazah korban yang pertama berhasil dievakuasi dari dalam kolam adalah Irsanul Mahya pada pukul 14.45 Wib. Sedangkan jenazah Musawi berhasil dievakuasi pada pukul 15.05 Wib. Saat ditemukan, kedua korban masih mengenakan pakaian lengkap.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, kejadian ini berawal dari keduanya memasuki areal kolam penampungan air milik PT SMGP yang dioperasikan perusahaan KS Orka. Kolam tersebut sudah tidak difungsikan lagi sejak empat bulan yang lalu. Dan, menurut warga tak seorang pun petugas perusahaan yang berjaga di areal kawasan tersebut.

“Sekitar 4 bulan kolam penampungan ini sudah tidak berfungsi lagi, dan pihak perusahaan sudah meninggalkannya, namun yang kami sayangkan, mereka tinggalkan tanpa ada pagar pengaman, dan tidak ada pemberitahuan dilarang masuk, sehingga warga disini bebas kapan saja masuk ke kawasan yang cukup berbahaya ini," ujar seorang warga setempat yang tidak mau di sebut namanya.

Sementara, di kawasan kolam itu tidak ditemukan pagar pengaman, sehingga korban yang rencananya bermain di kawasan tersebut tergelincir dan jatuh ke dalam kolam dengan kedalaman 9 meter itu.

“Dulu waktu masih beroperasi, kolam ini masih punya pagar pengaman, tapi setelah ditinggalkan, pagarnya dilepas dan dibiarkan begitu saja, padahal begitu jatuh sudah tak bisa diselematkan,” tambah Tokoh Masyarakat Puncak Sorik Marapi Parlindungan Nasution.

Dirinya meminta tegas kepada pihak PT.SMGP agar memberikan pertanggung jawaban sepenuhnya kepada keluarga korban, karena dianggapnya kolam yang begitu saja di tinggalkan oleh Pihak PT.SMGP suatu kebodohan oleh perusahaan.

"Meskinya kolam ini di tutuplah kalo tidak di pakai lagi, ini pihak SMGP harus bertanggung jawab penuh dengan peristiwa ini" tandasnya.

Penulis: Syah Rangkuti
Editor:Jumali

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners