Rekomendasi

Hasil Rapat NU Soloraya, Aksi 9 September Ranah Pemerintah

Senin, 03 September 2018 : 11.20
Hasil Rapat NU Soloraya, Aksi 9 September Ranah Pemerintah (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Setelah melakukan pembahasan menyikapi dinamika menjelang aksi 9 September, forum pertemuan rutin para ketua Pengurus Cabang Nahdahtul Ulama (PC NU) se Solo Raya, akhirnya memutuskan tidak akan melibatkan diri dalam polemik pro kontra rencana kegiatan yang diselenggarakan atas nama Warga Solo Untuk Indonesia Berdaulat tersebut.

Forum rapat menilai, panasnya situasi menjelang pelaksanaan, dengan munculnya beberapa penolakan yang datang dari berbagai elemen masyarakat, tidak ada sama sekali sangkut pautnya dengan NU.

Secara kelembagaan kegiatan aksi 9 September yang disebut dalam rangka Hari Olah Raga Nasional (Haornas) merupakan ranah pemerintah sebagai pembuat peraturan.

"Pemerintah dalam hal ini seharusnya hadir. Dia kan punya aturan main. Kalau misalnya aparat pemerintah menilai kegiatan (aksi 9 September ) ada indikasi ini dan itu, ya 'monggo' silahkan. NU nggak ada urusan dengan itu," tegas.

Mujiburahman Ketua Tanfidiyah Klaten yang didaulat menyampaikan sikap NU, kepada hariankota.com dan awak media lainnya di Kantor PC NU Solo, Minggu (2/8/2018) malam.

Mujib menjelaskan, seperti biasa, forum rapat rutin ketua NU se Solo Raya, fokusnya adalah membahas bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah internal organisasi mulai dari, pertanian, ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.

"Jadi PR (pekerjaan rumah) NU itu masih banyak, itu yang dibahas dalam hal ini (rapat ketua NU se Solo Raya -Red)," tandas Mujib.

Menyinggung kesiapan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) jika diminta aparat pemerintah ikut terlibat menjaga keamanan kondusivitas Kota Solo, Mujib mengatakan tidak ada masalah sepanjang bukan bertujuan untuk kepentingan politik praktis di balik permintaan itu.

"Jika ada permintaan, itu sah - sah saja. Tapi mohon maaf, tidak ada hubungan dengan politik praktis. Itu yang terpenting," tandasnya.

Dijelaskan Mujib, NU adalah organisasi pelayan umat, dimana implementasi dari Islam Rahmatan Lil Alamin, NU harus bisa menjadi rahmat bagi semua lapisan masyarakat, tak terkecuali kepada binatang sekalipun.

"Artinya, kalau kami (Banser) di butuhkan untuk tujuan kebaikan, dan kebaikan itu bermanfaat bagi semuanya, ya kami tentu siap," pungkasnya.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Jumali
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners