Rekomendasi

Ingin Jadi Anggota DPRD Kabupaten? Siapkan Uang Rp 800 Juta

Jumat, 28 September 2018 : 21.21
Published by Hariankota
Ilustrasi
PESTA lima tahunan untuk memilih wakil rakyat, baik DPRD I, DPRD II dan DPR RI, segera dimulai. Berbeda dengan pesta demokrasi tahun 2014 lalu, dalam pemilihan legislatif (Pileg), digelar secara bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan dihelat pada bulan April 2019 mendatang.

Lantas, bagaimana persiapan para calon anggota legislative (Caleg), serta anggaran yang disiapkan untuk mendapatkan satu kursi di DPRD Karanganyar? Berikut laporannya.

KARANGANYAR - IWAN ISWANDA

Kampanye pemilihan legilatif (Pileg) di semua tingkatan, baik DPRD II, DPRD I dan DPR RI, sudah dimulai. Para calon anggota legislative (caleg) yang diusung partai politik, mulai melakukan sosialisasi dan menawarkan berbagai program kepada masyarakat.

Tentu saja, sosialisasi dan kampaye ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Modal politik yang cukup besar ini, untuk membiayai berbagai komponen biaya selama masa kampanye Pileg yang akan berlangsung selama 7 bulan.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, untuk Pileg tahun 2019 mendatang, rata-rata caleg, baik incumbent maupun caleg baru, mulai mempersiapkan anggaran antara Rp800 juta hingga Rp2 miliar.

Salah satu caleg incumbent DPRD II Karanganyar, yang enggan disebutkan namanya, kepada hariankota.com, mengatakan, kebutuhan untuk biaya kampanye yang dia keluarkan untuk Pileg 2019 mendatang diprediksikan cukup tinggi.

Pada Pileg 2014 lalu, menghabiskan dana sebesar Rp600 juta untuk mendapatkan satu kursi, maka untuk Pileg 2019 mendatang, dana yang telah disiapkan sebesar Rp800 juta

“Sekedar untuk jaga-jaga mas. Walaupun saya punya modal satu periode menjadi anggota DPRD, mengingat saat ini banyak caleg baru yang juga ikut bertarung, saya harus menyiakan dana lebih jika dibandingkan Pileg 2014 lalu,” ujarnya sambil mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Menurutnya, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai pertemuan, biaya tim sukses, biaya pembuatan baliho, kaos serta berbagai biaya lainnya. Disinggung mengenai politik uang, dia hanya tersenyum.

“Soal politik uang, saya nggak mau komentar mas,” kata dia menutup perbincangan.

Caleg PKS yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) I, Sri Hartono, mengungkapkan, pencalonannya sebagai anggota legislative untuk periode kedua ini, merupakan amanah dan penugasan dari partai.

Sri Hartono mengaku tidak khawatir dan siap bertarung dengan para caleg baru yang juga akan bertarung dalam Pileg 2019 mendatang.

“Ini kan amanah partai. Bukan hanya saya, tapi semua kader harus mempersiapkan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras, semua berjuang,” kata dia, Jumat (28/09/2018). Soal modal yang dipersiapkan, Sri Hartono enggan menyebutkan, Yang jelas, menurutnya, telah memiliki modal satu periode sebagai anggota DPRD.

“Soal dana, nanti dulu. Modal awal saya anggota DPRD satu periode. Selain itu, saya mengandalkan basis sosial yang selama ini menjadi lumbung suara,” terangnya. Sementara itu, caleg pendatang baru yang juga dari PKS, Eghar Prasetya, mengaku tidak memilki modal yang cukup dalam kontestasi Pileg 2019 mendatang.

Menurutnya, finansial memang dibutuhkan dalam Pileg ini, namun yang terpenting, menurut Eghar, meyakinkan masyarakat dengan berbagai program yang ditawarkan.

“Tidak bisa dipungkiri, finansial sangat dibutuhkan dalam pertarungan Pilkada. Finansial yang besar juga bukan jaminan bisa terpilih sebagai wakil rakyat. Saya sendiri lebih focus kepada kampanye dialogis dan mendekati kaum muda untuk mendulang suara,” tuturnya.

Aan Sophuanudin, ketua KNPI Karanganyar yang juga terdaftar sebagai Caleg Golkar melalui Dapil II, mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan membangun basis dan segmentasi.

Menurut Aan, persaingan dalam Pileg, sesuatu yang tidak bisa dihindari, baik di internal maupun eksternal partai.

“Bersaing itu pasti. Saat ini masyarakat semakin pintar dengan melihat potensi calon, mana yang mampu dan bisa merealisasikan program, dan bukan hanya sekedar janji kampanye. Tugas kita bersama adalah mengedukasi masyarakat agar tidak salah pilih wakil, agar ke depan lebih baik. Soal dana yang disiapkan, saya persiapkan secara terukur dan realistis,” ujarnya diplomatis.

Disisi lain, caleg pendatang baru dari PSI, Wawan Wirawan yang bertarung di Dapil II, hanya mempersiapkan mental. Dia mengaku memiliki keberanian, ketulusan, keikhlasan, untuk membantu masyarakat ketika terpilih menjadi wakil rakyat.

“Saya berangkat bukan dari seorang politikus, saya hanyalah rakyat biasa yang biasa bergaul di rakyat bawah, ke desa-desa, dan masyarakat kebanyakan. Untuk persiapan pileg ini karena tidak punya apa-apa, bahkan uang untuk kampanye saja belum ada. Mungkin saya adalah calon legislatif yang sama sekali tidak mengeluarkan uang serupiahpun, mulai dari pembelian materai, saat menandatangi surat pernyataan. Butuh keajaiban untuk meraih suara rakyat,” tandasnya.

Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners