Rekomendasi

Jaga Warisan Leluhur, Seniman Gelar Pertunjukan di 7 Situs Candi

Jumat, 28 September 2018 : 09.46
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Memiliki banyak situs peninggalan sejarah, Prambanan dikenal dengan sebutan Kota 1000 Candi. Tak hanya Candi Prambanan yang melegenda, tapi masih banyak situs candi yang cukup eksotik berada disekitar Prambanan.

Seniman Tari Prambanan, A. Hajar Wisnu Satoto mengatakan bahwa candi merupakan warisan yang mempunyai nilai luhur dan harus di jaga. Bukan hanya sebagai monumen purbakala semata, tapi menjadi sarana serta kebutuhan di masa lampau pada eranya.

"Kawasan Prambanan ini sebenarnya mempunyai kekuatan alam yang tanpa kita sadari menjadi sumber kesuburan dan kesejahteraan yang tak pernah kita pikirkan," katanya, Jum'at (28/9/2018).

Dalam pemikirannya, candi menjadi simbol pemersatu yang melekat di hati masyarakat secara luas. Kesempurnaan yang menjadi inspirasi dunia di bidang seni dan arsitekur tertancap pada relief yang sangat luarbiasa.

"Seiring berjalannya waktu, hingga berabad abad lamanya, candi tetap berdiri kokoh. Ini kekuatan yang tanpa kita sadari sampai saat ini," kata pria yang akrap disapa Totok.

Tak heran, ia mengajak lintas generasi untuk terus menjaga dan memelihara warisan leluhur yang luar biasa berupa candi dari ancaman berbagai prahara. Terlebih, era digital saat ini mempengaruhi pola pikir secara praktis dan instan.

"Peradaban yang sangat pesat ini, bila kita tidak bisa menata, maka yang di sebut warisan leluhur akan luntur seiring waktu yang berputar cepat," kata alumnus ISI Yogyakarta ini.

Seni dan budaya, kata dia, menjadi energi positif dalam ruh kehidupan yang harus mampu hidup berdampingan dalam roda setiap jaman. Menjaga dan melestarikan warisan leluhur bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai bakat dan kemampuan masing-masing.

"Kita akan gelar seni di kawasan candi, sebuah pertunjukan seni tari secara gratis yang berlangsung di tujuh situs candi," kata Totok yang juga menjadi inisiator dan koordinator seniman ini dalam pertunjukan ini.

Tujuh situs candi itu mulai dari Candi Abang, pada 1 Oktober 2018 sekira pukul 19.30 WIB. Pertunjukan yang disajikan tentang tari tradisional khas Yogyakarta. Sekira 30 penari yang tergabung dengan Sanggar Seniman Berbah akan unjuk kebolehan dalam pementasan ini.

"Yang pertama itu pertunjukan tari klasik. Nanti yang disajikan ada Tari Klasik Pudjiastuti, Tari Klasik Klonorojo, Tari Golek Ayun-Ayun dan fragmen (cuplikan) cerita Jabang Leluko lahirnya Gatotkoco," katanya.

Pertunjukan kedua di Candi Barong pada 2 Oktober 2018 sekira pukul 19.30 WIB. Sendratari Ramayana akan ditampilkan dari Sanggar Ngrayung Bokoharjo. Masyarakat bisa menyaksikan pertunjukan sendratari ini yang biasa tampil di Ballet Ramayana.

Candi Banyunibo menjadi tempat pertunjukan ketiga pada 3 Oktober 2018. Pementasan tari dengan lakon Bandung Bondowoso dibawakan oleh seniman dari Sangar Puri Prambanan. "Pertunjukan ini bukan hanya sekedar hiburan bagi masyarakat, tapi juga sebagai media komunikasi budaya antar bangsa," katanya.

Kemudian hari ke-empat pertunjukan di Candi Sari pada 4 Oktober 2018, mengambil lakon Brojonoto Sayembara oleh Sanggar Topeng Pedalangan Gondowasitan. Hari ke-lima di Candi Sambisari dengan lakon Sayemprobo Paeko dari Sanggar Magadha.

Pertunjukan keenam berlangsung di Candi Kalasan, dengan lakon Babad Kalasan dari Sanggar Tarabhawana. Terakhir ditanggal 7 Oktober digelar pertunjukan tari dengan Lakon Wayang Menak Kokarib oleh Sanggar Cikrak.

Ia berharap dengan pentas ini bisa menjadi media untuk melestarikan seni dan budaya luhur bagi generasi penerus. Ia juga berharap pertunjukan ini bisa sedikit meredam konflik di masyarakat terkait perbedaan pilihan di tahun politik ini.

"Saat ini suhu politik cukup panas, saling serang di sosmed. Kita hentikan sejenak karena beda pilihan itu demokratis, mari luangkan waktu menyaksikan pertunjukan yang kita gelar dari tanggal 1-7 Oktober 2018," katanya.

Ia juga berharap pertunjukan seni di tempat bersejarah candi, mampu mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu, kerjasama yang baik harus terus ditingkatkan dari semua pihak.

"Mari kita bergandengan, melestarikan seni dan budaya bukan hanya tanggungjawab pribadi, tapi semua komponen masyarakat, pemerintah daerah, dan semua pihak," katanya.

Reporter: Danang Prabowo
Editor: Rahayu

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners