Rekomendasi

Kesaksian Pilu Dua Siswa SMK PGRI Karanganyar, Korban Selamat Sebelum Bus Masuk Kedalam Jurang Sedalam 15 Meter

Kamis, 27 September 2018 : 20.46
Published by Hariankota
Kesaksian Pilu Dua Siswa SMK PGRI Karanganyar, Korban Selamat Sebelum Bus Masuk Kedalam Jurang Sedalam 15 Meter (Foto:Iwan Iswanda/hariankota)
DUA siswa SMK PGRI 1, hingga kini masih terbaring dan menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Karanganyar.

KARANGANYAR - IWAN ISWANDA

Purwanto (17) warga Dusun Sepat, Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu serta Hendi Widayat (17) warga Dusun Pojok, Delingan, Karanganyar Kota masih dirawat di ruang Teratai dua RSUD Karanganyar.

Kepada hariankota.com, Hendi yang alami patah tulang tangan kanan, mengungkapkan, saat perjalanan dari sekolah menuju Madiun sebagai lokasi pertama kunjungan industri, perjalanan lancar dan tidak mengalami kendala.

Dua bus yang membawa rombongan SMK PGRI 1 berjalan lancar. Semua siswa dan guru di bus naas yang dtumpanginya, dalam keadaan bergembira serta asyik dengan HP masing-masing. “Perjalanan dari sekolah lancar. Semua guru dan siswa gembira,” ujarnya di salah satu ruangan RSUD Karanganyar, Kamis (27/09/2018).

Memasuki daerah Tawangmangu, bus yang dia tumpangi, mencoba mendahului bus rombongan lainnya. Saat itu, sebagian penumpang, ada yang tidur dan sebagian lainnya asyik dengan HP dan saling bercerita dengan teman satu bangku lainnya.

Memasuki salah satu tikungan di daerah Sarangan, Magetan, Jawa Timur, suasana tiba-tiba mencekam. Bus yang dia tumpangi bersama guru dan teman-temannya, tiba-tiba oleng dan langsung jatuh ke dalam jurang sedalam lebih kurang 15 meter.

“Saat itu, saya sedang main HP. Saya tidak tahu penyebabnya, tiba-tiba bus oleng dan langsung jatuh ke jurang. Semua histeris dan berupaya keluar dari dalam bus yang tertahan batu. Saya bersama korban lain, kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, saya mengalami patah tulang dan harus menjalani operasi,” ujarnya.

Hendi menambahkan, saat mengalami kecelakaan, dia sempat terhimpit penumpang lain, namun berhasil keluar dari bus dengan menahan rasa sakit di tangan bagian kanan. Setelah berhasil keluar, dia kemudian naik ke atas dan minta bantuan.

Sementara itu, Purwanto, salah satu korban selamat lainnya mengatakan, tidak ingat kronologis kejadian kecelakaan tersebut. Saat kejadian, Purwanto mengaku sedang tidur.

“Saya tidak ingat.Waktu kejadian, saya tidur. Yang jelas kejadiannya sangat cepat. Saya hanya merasakan bus oleng dan jatuh ke jurang. Beruntung saya terbangun. Saya berusaha keluar dan tangan kiri saya terasa sakit. Saat itu, semua penumpang saling bantu untuk mengeluarkan penumpang lainnya.Sedangkan sebagian lagi, minta bantuan,” katanya.

Sementara itu, Dwi Maryati, orang tua Purwanto, mengaku tidak ada firasat apapun sebelum peristiwa naas yag dialami anaknya. Wanita yang sehari-hari bekerja di salah satu pabrik ini menuturkan, pertama akali menegetahui jika bus yang membawa rombongan SMK PGRI 1 mengalami kecelakaan, dari salah satu kerabatnya.

Menurutnya, saat itu, dia dijemput di pabrik oleh salah satu kerabatnya agar segera pulang, tanpa menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Bukannya pulang, ternyata Dwi dibawa ke RSUD Karanganyar dan melihat anaknya sedang menjalani perawatan.

“Perasaan saya tidak karuan mas. Kenapa saya dibawa ke rumah sakit. Setelah mengetahui kejadian sebenarnya, saya sempat menangis. Tapi saya bersyukur, anak saya selamat dan hanya mengalami retak tangan kiri,” ungkapnya.

Mengenai biaya rumah sakit, Dwi mengatakan, telah ditanggung oleh pihak asuransi. “Soal biaya, kami telah diberitahu bahwa seluruhnya ditanggung oleh asuransi,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakkan sebelumnya, Bus pariwisata Suka Damai Nopol K1745 CF yang membawa rombongan kunjungan industri SMK PGRI Karanganyar menuju ke Madiun dan Bali, Selasa (25/09/2018) terguling dan masuk jurang sedalam 15 meter di Plaosan, Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini, masing-masing Agus Riyanto yang merupakan pengemudi bus, serta Elmufida Ullya juga meninggal. Elmufida merupakan salah satu dari kru bus naas tersebut.

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More