Rekomendasi

Menuju Kedaulatan Pangan, KKP-FAO Kembangkan Minapadi di Sukoharjo

Jumat, 14 September 2018 : 22.16
Menuju Kedaulatan Pangan, KKP-FAO Kembangkan Minapadi Di Sukoharjo (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bekerjasama dengan badan pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) tengah mengembangkan budidaya minapadi di Kabupaten Sukoharjo.

Sebagai proyek awal setelah melalui tahap seleksi, telah terpilih lahan sawah seluas sekira 18 hektar yang berada di dua desa, yakni Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari dan Desa Geneng, Kecamatan Gatak.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, Slamet Soebjakto saat ditemui hariankota.com di sela meninjau perkembangan proyek minapadi di Desa Geneng, Jum'at (14/9/2018) mengatakan, ada beberapa tujuan serta manfaat yang ingin di capai dari budidaya minapadi.

"Tiga diantaranya, adalah meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan kwalitas padi karena padi tumbuh dengan sehat, mendatangkan tambahan income bagi petani, dan memberi kontribusi meningkatkan gizi pada masyarakat," terangnya.

Didampingi Stephen Rudgard, pejabat perwakilan FAO untuk Indonesia, Slamet menjelaskan dalam membudidayakan minapadi ini, lahan sawah yang dipilih harus tidak mempunyai masalah dengan pasokan air.

"Kami juga mengakui bahwa tidak semua lahan sawah bisa digunakan untuk budidaya minapadi. (Namun) ya, paling tidak kalau petani bisa memanfaatkan lahannya secara optimal tentu akan mendatangkan keuntungan tambahan," ujarnya.

Sementara, Sahir, Perangkat Desa Geneng bidang Pertanian, yang juga koordinator proyek minapadi KKP-FAO mengungkapkan, awalnya dirinya sedikit kesulitan mengajak petani membudidayakan minapadi.

"Alasannya karena untuk budidaya minapadi ini mengurangi luas lahan yang akan ditanami padi. Makanya pada awalnya masih ragu," kata Sahir.

Disebutkan Sahir, keuntungan budidaya minapadi ini lebih bagus, meski lahan untuk menanam padi berkurang. Hal ini karena hama yang sebelumnya sering menyerang padi dimakan ikan.

"Selain itu, biayanya juga lebih efesien karena ada pengurangan biaya untuk membeli pestisida," sebutnya.

Dari seluruh luas lahan minapadi proyek KKP-FAO di Sukoharjo ini, untuk Desa Geneng disebutkan Sahir, luasnya sekira 5 hektar sedangkan yang paling luas ada di Desa Dalangan, Tawangsari, sekira 13 hektar.

"Semua biaya dibantu KKP dan FAO. Nilai bantuannya kalau dirupiahkan ya, sekitar Rp 110 juta untuk 5 hektar sawah. Bentuk bantuannya, benih ikan Nila termasuk pakannya, pembuatan Caren atau kolam ikan, pagar pembatas dan beberapa lainnya," terangnya.

Sahir pun mengatakan, karena budidaya minapadi di Desa Geneng merupakan salah satu proyek percontohan FAO, maka dalam waktu dekat akan ada peninjauan delegasi dari 5 negara.

"Rencananya, selain ke Desa Dalangan, mereka juga akan meninjau kesini (Desa Geneng-Red). Kami berharap agar cakupan proyek budidaya minapadi ini, kedepan bisa diperluas lagi sehingga manfaatnya akan lebih banyak yang menikmati," pungkasnya.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners