Rekomendasi

Pasca Gempa Berkekuatan 7,4 SR, PVMBG: Jangan Terpancing Isu

Sabtu, 29 September 2018 : 20.16
Published by Hariankota
Pasca Gempa Berkekuatan 7,4 SR, PVMBG: Jangan Terpancing Isu
JAKARTA - Gempa berkekuatan 7,4 SR yang melanda Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018 pukul 17.02 WIB, Pusat Vulaknologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat, gempa dengan episenter pada koordinat 119,85oBT; 0,18oLS, dan kedalaman 10 kilometer.

Di mulai dengan gempa bumi awal dan diikuti serangkaian gempa bumi susulan di daerah Kabupaten Donggala.

"Dari posisi juga kedalaman pusat gempa bumi, diketahui gempa terjadi karena aktivitas sesar aktif pada zona sesar Palu-Koro yang berarah barat laut-tenggara," jelas kata Kasbani, Kepala PVMBG Kasbani dalam rilis tertulis, Sabtu (29/9/2018).

Menurutnya di seputaran pusat gempa bumi, biasanya tersusun dari bebatuan berumur pra tersier, tersier dan kuarter. Sebagian bebatuan tersebut yakni batuan berumur pra tersier dan tersier banyak mengalami pelapukan.

"Bebatuan tersebut, yang mengalami pelapukan san endapan kuarter biasanya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi, sehingga rawan guncangan gempa," jelas Kasbani.

Pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Dan jangan pula gampang terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab terkait gempa bumi dan tsunami.

"Tetap waspada dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab terkait gempa bumi dan tsunami," pesannya.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di kantor BMKG Yogyakarta, Jumat (28/09/2018) malam sampaikan gempa yang terjadi di Donggala berbeda dengan saat gempa yang terjadi di Lombok, NTB.

Gempa di Donggala disebabkan pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro, sedangkan di Lombok dipicu kenaikan patahan Flores. Sebelumnya tidak pernah terjadi gempa dengan kekuatan 7,4 di wilayah tersebut.

"Justru itulah menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi pada hari Jumat malam (28/9/2018)," tutupnya.

Penulis: Jonafa Rabbani
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More