Rekomendasi

Tagar 2019 Ganti Presiden Dinilai Tidak Etis

Minggu, 02 September 2018 : 14.31
KARANGANYAR - Wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indoesia Perjuangan (DPD PDIP) Jawa Tengah bidang pemerintahan, Paryono, menilai Tagar 2019 ganti presiden sangat tidak etis.

Menurut Paryono yang juga mantan wakil bupati Karanganyar tersebut, gerakan tagar 2019 ganti presiden secara fatsun politik sangat tidak tepat. Gerakan ganti presiden, jelas Paryono, mereka yang terlibat dalam gerakan tersebut, harus mengikuti mekanisme pemilihan presiden tahun 2019.

“Gerakan tagar 2019 ganti presiden saya nilai tidak etis. Saat ini, presiden Joko Widodo masih sebagai presiden yang sah. Jika ingin mengganti presiden kan ada mekanismenya. Untuk itu, saya sangat tidak setuju dan menolak dengan gerakan ini, karena berpotensi menimbulkan kegaduhan,” kata Paryono, Minggu (02/09/2018).

Paryono juga menyesalkan tokoh-tokoh yang terlihat dalam aksi tagar 2019 ganti presiden ini. Para tokoh ini, lanjut Paryono, tidak memberikan teladan yang baik bagi masyarakat.

“Jika gerakan ini sengaja dilakukan, maka para tokoh yang ada dalam gerakan ini, tidak memberikan teladan yang baik bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, manatan ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengatakan, tagar 2019 ganti presiden, dengan gerakan 2019 tetap presiden, tidak melanggar UU.

“Saya menilai tagar 2019 ganti presiden dan gerakan 2019 tetap presiden, sah-sah saja dan tidak melanggar UU. Karena memang hal itu aspirasi masyarakat. Hanya saja, gerakan tersebut jangan berlebihan yang disertai dengan ujaran kebencian,” ujar Din Syamsuddin dalam salah satu acara di SMA Muhammadiyah Karanganyar, Sabtu (01/2018).

Kontributor: Iwan Iswanda
Editor: Bagya Komang
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners