Rekomendasi

Temukan Industri Langgar Ketentuan, Lapaan RI Desak Pemkab Sukoharjo Bertindak Tegas

Kamis, 27 September 2018 : 20.24
Published by Hariankota
Temukan Industri Langgar Ketentuan, Lapaan RI Desak Pemkab Sukoharjo Bertindak Tegas (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara ( Lapaan ) RI, mendesak Pemkab Sukoharjo bertindak tegas terhadap tempat usaha atau industri yang nyata - nyata dalam operasionalnya tak sesuai dengan izin yang diberikan, dan bahkan memicu protes masyarakat akibat gangguan yang ditimbulkan.

Hal ini disampaikan Ketua Lapaan RI, Kusumo Putro menanggapi surat pemberitahuan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sukoharjo tentang kebenaran laporan yang dibuat lembaganya bahwa telah terjadi penyimpangan perizinan di CV Berkah Abadi Jaya, pabrik plastik yang berdiri ditengah pemukiman di Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban.

"Sesuai laporan yang telah kami kirim ke DPMPTSP Sukoharjo, pabrik telah melanggar ketentuan karena berdiri ditengah pemukiman, dan dalam operasionalnya, mesin produksi yang digunakan menimbulkan gangguan masyarakat di sekitarnya berupa polusi," paparnya kepada hariankota.com, Kamis (26/9/2018).

Tak hanya itu saja, jumlah karyawan juga tak sesuai dengan izin yang diterbitkan dimana sebelumnya disebutkan tak sampai 10 karyawan, namun pada prakteknya setiap hari lebih dari 20 karyawan yang bekerja.

Kusumo khawatir jika kasus ini terlalu lama dibiarkan, masyarakat sekitar yang selama ini telah dirugikan akan mencari penyelesaian dengan caranya sendiri, yang justru akan menambah masalah baru.

"Ini baru satu pabrik yang kami laporkan, padahal dari hasil investigasi kami, masih ada sekitar 9 tempat industri lagi yang kemungkinan besar melakukan pelanggaran yang sama. Pemkab Sukoharjo dari sisi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jelas dirugikan, tapi kenapa tidak ada tindakan," ujarnya.

Terlalu lamanya proses untuk sampai pada tahap tindakan tegas berupa eksekusi agar pabrik tersebut mentaati aturan sesuai izin yang diberikan, atau berpindah lokasi sesuai aturan tata ruang yang diberlakukan, menurut Kusumo mengindikasikan adanya oknum yang bermain.

"Tanpa bermaksud menuduh, fakta dilapangan indikasi itu sangat kentara. Dan perlu dipahami, apa yang kami lakukan ini sebenarnya membantu Pemkab Sukoharjo. Maka, dalam beberapa hari kedepan, kami akan tunggu tindak lanjut temuan ini," tegasnya.

Terpisah, Kasi Operasional Satpol PP Sukoharjo, Karyono saat diminta tanggapannya mengatakan, sesuai peraturan setelah dilakukan pengecekan di lapangan maka jika terbukti ada penyimpangan, pihaknya akan melayang surat peringatan kepada CV Berkah Abadi Jaya.

"Opsinya hanya dua, mengembalikan kegiatan usaha sesuai izin yang diberikan atau pindah lokasi dengan mengurus izin baru. Mendasarkan pada SOP, maka jika sampai peringatan tiga kali masih saja membandel, baru dilakukan tindakan tegas," pungkasnya.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi   

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners