Rekomendasi

Bahas Limbah Cair PT RUM, Komisi VII DPR RI Kunker Spesifik di Sukoharjo

Jumat, 19 Oktober 2018 : 21.00
Bahas Limbah Cair PT RUM, Komisi VII DPR RI Kunker Spesifik Di Sukoharjo (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Persoalan dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan pembuangan limbah cair dan udara operasianal pabrik rayon PT Rayon Utama Makmur di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo mendapat sorotan dari Komisi VII DPR RI.

Komisi yang memiliki ruang lingkup kerja salah satunya lingkungan hidup ini, Jum'at (19/10/2018) melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik pemantauan pengolahan limbah di tiga pabrik, PT. Sri Rejeki Isman (Sritex), PT. Rayon Utama Makmur (RUM), dan PT. Kenindo Grand Sejahtera (KGS), dipusatkan di kawasan pabrik PT. Sritex.

Kehadiran rombongan Komisi VII DPR RI pada masa persidangan I tahun 2018-2019 disertai mitra kerja dari instansi terkait diterima langsung Direktur PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

"Kami mendapat laporan dari masyarakat mengenai masalah limbah, dan kunjungan kerja spesifik ini untuk melihat secara langsung implementasi pengolahan limbah di tiga pabrik 3 yakni, PT Sritex, PT RUM dan PT Kenindo Grand Sejahtera," kata Ridwan Hisyam, politisi dari Partai Golkar yang menjadi pimpinan rombongan.

Pada kesempatan itu, sebagai penanggung jawab pabrik yang tengah menjadi sorotan, Mochammad Rahmat, selaku Direktur Umum PT RUM menjelaskan semua upaya telah dilakukan untuk menangani persoalan limbah.

"Kami telah memasang Wet scrubber, peralatan pengendali pencemar udara yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel halus yang terbawa dalam gas buang. Hasilnya, per tanggal 17 oktober 2018 emisi gas 0,7, dan ini bisa dimonitor setiap saat," papar Rahmat.

Namun begitu, upaya tersebut dinilai belum seratus persen berhasil meredam gejolak protes masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan PT RUM. Beberapa masih melaporkan mencium bau udara yang diduga bersumber dari pembuangan limbah gas.

Bambang Riyanto, salah satu anggota Komisi VII dari Fraksi Gerindra yang juga mantan Bupati Sukoharjo dua periode (2000-2005 dan 2005-2010), menanggapi persoalan tersebut menyarankan agar polemik PT RUM diselesaikan secara terpadu.

"Permasalannya kan sudah diketahui, yakni soal limbah. Limbah itu ada tiga, cair, padat, dan udara. Khususnya limbah udara, kalau itu bisa dikendalikan berada dibawah ambang batas maka persoalannya selesai. Bila perlu lakukan inovasi agar limbah ini tidak menganggu," katanya.

Bambang tidak menampik jika tujuan berdirinya pabrik adalah untuk mengangkat iklim investasi daerah, namun begitu lingkungan disekitarnya juga harus di perhatikan.

"Yang pertama masyarakat tidak terganggu, kedua warga sekitar bisa diberdayakan dengan dipekerjakan dan ketiga investasi yang sudah ditanamkan itu bisa berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners