Rekomendasi

Bawaslu Karanganyar "Plototi" Politik Uang

Senin, 08 Oktober 2018 : 15.52
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Praktik politik uang, diprediksikan akan marak dan sulit dihindari dalam pemilihan legislatif, terutama menjelang akhir masa kampanye. Prediksi akan maraknya praktik politik uang ini, akan menjadi titik perhatian Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karanganyar.

Ketua Bawaslu Karanganyar,Nuning Ritwanita, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, menyarankan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan poltik uang yang dtawarkan oleh para calon legislative.

Dalam memilih, menurut Nuning, jangan berdasarkan pada uang, tapi berdasarkan visi misi serta program yang ditawarkan. “Masyarakat kami himbau untuk memilih berdasarkan visi misi dan program yang ditawarkan dan tidak berdasarkan uang,” kata Nuning, Senin (08/10/2018).

Mengenai sanksi bagi para calon anggota legislatif yang terbukti melakukan praktik politik uang, menurut Nuning, sanksinya cukup tegas, yakni diskualifikasi dari pencalonannya sebagai calon anggota legislative, dengan catatan, praktik politik uang tersebut dilakukan secara merata di satu daerah pemilihan secara terstruktur sistematis dan massif.

“Pengawasan akan kita lakukan secara intensif hingga ke tempat pemungutan suara. Tidak hanya Bawaslu, masyarakat juga kami minta untuk berpartisipasi aktif melakukan pengawasan dan segera melapor jika menemukan adanya praktik politik uang. Pasti akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan terhadap terjadinya praktik politik uang, Bawaslu juga akan memantau keterlibatan kepala desa dalam masa kampanye ini.

“Keterlibatan para kepala desa juga kita pantau. Apalagi banyak saudara atau kerabat dari para kepala desa yang menjadi calon anggota legislatif. Untuk itu, kami minta untuk tetap menjaga netralitas,” pungkasnya.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More