Rekomendasi

Bongkar Peredaran Upal, Ini Jumlah Uang Palsu yang Diamankan

Senin, 01 Oktober 2018 : 19.28
Published by Hariankota
Bongkar Peredaran Upal, Ini Jumlah Uang Palsu yang Diamankan (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Sat Reskrim Polres Karanganyar, berhasil membongkar satu sindikat peredaran uang palsu antar provinsi. Enam orang berhasil diamankan. Hingga saat ini, tim penyidik masih terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih besar lagi.

Kapolres Karanganyar, kepada hariankota.com mengatakan, terbongkarnya kasus ini, bermula ketika ST, salah satu tersangka sedang melakukan transaksi pembelian satu unit HP di bawah jembatan layang (flyover) Palur, Kecamatan Jaten, Kamis (27/09/2018) siang.

ST melakukan transaksi pembelian HP merk Oppo Type A83 warna merah seharga Rp1.700.000,-. Pada saat melakukan transaksi, korban merasa curiga dengan uang yang digunakan ST sebagai alat pembayaran.

Korban lantas mengambil foto wajah dan KTP milik ST. Dijelaskan Kapolres, setelah korban menyetorkan uang hasil penjualan HP ke salah satu counter di Solo, ternyata uang tersebut palsu. Kasus ini, lantas dilaporkan ke Polres Karanganyar dan berhasil mengamankan ST di rumah isterinya yang berada di Karangpandan pada hari Jumat (28/09/2018) dinihari.

Berdasarkan keterangan ST, uang yang dia peroleh tersebut berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Tim sat reskrim, langsung menuju ke Sidoarjo dan melakukan penangkapan terhadap lima tersangka lain di salah satu rumah kos yang berada di Dusun Bungur, Desa Medaeng, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (29/09/2018).

Lima tersangka yang diamankan tersebut, masing-masing, ASHP (26) warga kota Surabaya, DHN (30) warga Jombang, BNHCPP (34) warga Ponorogo,S (41) warga Madiun, serta HA (48) warga Sidoarjo.

“Tim langsung bergerak cepat ke Sidoarjo dan mengamankan lima tersangka lain yang merupakan satu jaringan,” terang Kapolres, Senin (01/10/2018).

Selain mengamankan tersangka, lanjut Kapolres, Sat Reskrim juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 222 lembar dalam pecahan uang Rp100.000, 30 lembar lembar kertas dalam pecahan Rp50.000 tahun emisi 2016 atau sekitar Rp23.700.00 uang palsu, serta mata uang asing dari berbagai Negara.

Berikut lembar uang palsu yang berhasil diamankan:
  • 94 lembar mata uang dolar Amerika Serikat pecahan 100$ tahun pembuatan 2016
  • 39 lembar mata uang dolar Canada pecahan 1000 tahun pembuatan 1988.
  • 89 lembar mata uang dollar Canada, 163 lembar black dollar, 1 lembar mata uang Korea Utara pecahan 5000.
  • Satu lembar mata uang Myanmar pecahan 50, 1 lembar mata uang Myanmar pecahan 20.
  • 1 lembar mata uang Myanmar pecahan 5, 1 lemebar mata uang Kamboja pecahan 100.
  • 1 lembar mata uang Vietnam pecahan 500, 1 lembar mata uang Macau pecahan 5 Wu Jiaou.
  • 1 lembar mata uang Macau pecahan 1 Yi Jiaou, 1 lembar mata uang Ronoba.
  • Pecahan 1, mata uang Rumania pecahan 200 sebanyak 2 lembar.
  • Mata uang Papua Nugini pecahan 100 sebanyak 7 lembar.
  • Dollar Amerika serikat pecahan $100 sebanyak 4 lembar.
  • Mata uang Brazil pecahan 5000 sebanyak 209 lembar.
  • Mata uang Euro pecahan 100.000 tiga lembar, mata uang Poundsterling pecahan 50000 sebanyak 1 lembar dolar Singapura pecahan 10000.
  • Sebanyak 1 lembar, mata uang Honngkong pecahan 50.000.000

Sumber: Satreskrim Polres Karanganyar


(Foto: Iwan Iswanda)
Kepada awak media, ST, salah satu tersangka, kepada hariankota.com mengatakan, dia bersama komplotannya, sengaja mengedarkan uang tersebut dengan cara melakukan sejumlah transaksi pembelian terhadap berbagai kebutuhan.

"Saya sendiri mengedarkan uang palsu ini di Karanganyar. Yang lain di daerah Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, S, salah satu tersangka yang diamankan di Sidoarjo mengatakan, mengenai mata uang asing yang diduga palsu dan diamankan oleh petugas, dia mengaku hanya untuk koleksi. S juga mengaku, jika mata uang asing tersebut, belum diedarkan.

“Hanya koleksi saja. Kami juga belum mengedarkannya,” akunya. Para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (3) UU No 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis; Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners