Rekomendasi

Cerita Haru Korban Selamat Tsunami Sulteng, Mulai Tergulung Ombak Hingga Teriakan Minta Tolong

Senin, 01 Oktober 2018 : 10.35
Published by Hariankota
(Foto: AFF)
BANYAK kisah haru yang disampaikan para korban selamat saat mereka diguncang gempa dan kemudian digulung oleh tsunami dalam peristiwa di Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018.

Salat satu korban selamat di Palu mengaku digulung oleh ombak, terseret hingga 50 meter dan kehilangan istrinya.

"Sekitar 50 meter saya tergulung. Saya tidak mendarat, artinya saya terputar-putar sampai terdampar di situ. Kebetulan ada ruko, ada pintu besi. Nah saya istirahat di situ," tutur Adi, sebagaimana dikutip hariankota.com dari Okezone, Senin (1/10/2018).

Namun tak lama kemudian, lanjutnya, ombak kedua yang lebih tinggi dibanding ombak pertama menghantam dan ia pun bersama istrinya naik ke lantai atas ruko itu.

"Saya peluk istri saya. Pas ada ombak dari belakang, ia langsung terlepas. Langsung terlepas dari tangan saya. Tapi saya tadi ke pantai, saya menemukan sepeda motor dan dompet istri saya," tambahnya.

Pengungsi korban gempa Palu tiba di Makassar
Seorang warga lainnya, Farida Hamid, mengaku masih mencari saudaranya yang hilang ketika hendak menunaikan salat. Dituturkannya, ada seorang yang memberitahukan kepadanya bahwa saudaranya sedang mengambil air wudhu sebelum salat.

"Perasaan kami sudah tenang, tidak ada apa-apa. Tapi kami tunggu-tunggu sampai malam, sampai pagi, tidak ada sampai sekarang ini. Dia kembali dengan selamat karena hati kecil saya berkata seperti itu. Tetapi kalau Tuhan berkehendak lain, ya itu kuasa Allah. Tapi kami tetap melakukan pencarian bersama keluarga yang lain," paparnya.

Laporan wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan, yang tiba di Palu pada Senin dini hari tadi menyampaikan, praktis yang terlihat adalah suasana gelap karena lampu masih padam. Sebagian warga di kota ini terlihat menunggu di rumah atau toko milik mereka. Sebagian lagi tidur, memasang tenda.

Di sebagian wilayah dekat laut masih ada sisa-sisa genangan tsunami dan tadi saya saksikan ada kapal yang terdampar hingga di daratan. Lalu ada lima atau enam mobil yang rusak yang sepertinya terhempas karena tsunami.

Ia bertemu dengan salah seorang warga di Jalan Pattimura, Palu, yang menceritakan bahwa warga berharap pengadaan BBM segera bisa normal kembali. Yang kedua, makanan, karena mereka mengaku tidak semua warung yang ada di kota ini sudah buka.

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah melonjak menjadi 832 orang sampai kemarin sore. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memperingatkan jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah karena banyak daerah terdampak belum bisa dijangkau.

Seorang relawan, Thalib Bawano, menceritakan bahwa masih terdengar suara permintaan pertolongan dari reruntuhan bangunan Hotel Roa-Roa di Palu.

"Kita mendengar suara. Ada sekitar tujuh titik suara yang minta tolong, termasuk anak kecil minta tolong. Tapi sampai sekarang belum terselamatkan," kata Thalib Bawano, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Ratusan jiwa meninggal akibat gempa dan tsunami yang menerjang Sulteng
Sambil menunggu peralatan yang memadai, regu penyelamat berusaha memberikan motivasi kepada korban selamat yang masih terperangkap.

"Kami hanya relawan, yang kita inginkan menyelamatkan nyawa. Ada yang sempat kami kasih air, makanan biskuit. Permintaannya bukan itu, 'kami butuh keluar'. 'Kami butuh keluar, butuh keluar, keluar, keluar. Tolong, tolong, tolong!'. Teriak terus," jelasnya.

Namun operasi pencarian dan penyelamatan sejauh ini menemui banyak kendala, termasuk kekurangan alat berat. Tanpa peralatan memadai maka upaya tim mencapai korban di bawah puing justru membahayakan keselamatan, kata Kepala Basarnas Muhammad Syaugi.

"Memang ruangan agak terbuka, tetapi akan berbahaya apabila anggota SAR masuk ke dalam karena getaran-getaran ini masih selalu ada," jelasnya di lokasi pencarian pada Minggu 30 September.

Penulis: Jumali
Sumber: okezone

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More