Rekomendasi

Dibohongi, Pengusaha Korea Gagal Investasi ke Karanganyar

Senin, 29 Oktober 2018 : 23.19
Dibohongi, Pengusaha Korea Gagal Investasi ke Karanganyar (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Karena dibohongi, pengusaha Korea Selatan gagal menanamkan investasi di bumi Intanpari Karanganyar. Pengusaha Korea selatan yang rencananya akan membangun usaha garmen di wilayah Kecamatan Colomadu, merasa tertipiu oleh pemilik lahan yang akan disewa oleh sang pengusaha.

Karena tidak ada penyelesaian, pengusaha asal Korea tersebut, melalui kuasa hukumnya melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Selain mengajukan gugatan, karena gagal berinvestasi, pengusaha yang bergerak di bidang garen ini, juga mengadu ke bupati Karanganyar.

Kepada hariankota.com serta awak media lain, Arif Muta’ali, kuasa hukum Mr. Kang Young Tea, selaku perwakilan perusahaan di Indonesia mengatakan, kasus ini bermula ketika terjadi perjanjian sewa bangun untuk pabrik garment yang berada di Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar.

Bahkan klienya telah megeluarkan uang sebesar Rp18 millyar dari total biaya Rp29 milyar untuk biaya sewa bangun selama 10 tahun.

Menurut Arif, Perjanjian sewa bangun tersebut dilakukan antara pengusah Korea tersebut dengan pemilik lahan Agus Sutandyo, Tam Hongly alias Susana, warga Serengan, Surakarta, serta Pudyasto Sutandyo, warga Jebres Surakarata.

Dalam perjanjian tertanggal 19-03-2015 tersebut, salah satu klausul kontrak disebutkan, bahwa serah terima bangunan akan dilakukan pada tanggal 19 maret 2016. Namun, sampai saat ini, pemilik lahan belum juga melakukan serah terima bangunan sebagaimana dalam perjanjian tersebut.

“Kami telah berupaya melakukan komunikasi dengan para pihak, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan sampai salah satu pemilik lahan meninggal dunia, penyerahan bangunan ini, belum juga dilakukan, ujar Arif, Senin (29/10/2018).

Akibat belum dilakukannya penyerahan ini, lanjut Alif, perusahaan tidak dapat beroperasi, padahal sejumlah alat yang mendukung perusahaan, sudah datang. Karena tidak dapat beroperasi, peralatan untuk memproduksi garmen tersebut, terpaksa dijual.

“Kami menduga, belum diserahkannya bangunan ini, karena pemilik lahan, saat akan membangun sesuai dengan perjanjian, tidak memiliki ijin mendirikan bangunan dari bupati. Kalau begini, klien kami jelas dirugikan,” kata dia.

Ditambahkan, untuk menyelesaikan persoalan ini, pihaknya juga telah mengadukan kepada bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Jika memang bangunan tersebut belum memiliki IMB, Arif meminta kepada bupati untuk membantu menyelesaikan persoalan ini, agar keamanan berinvestasi khususnya bagi warga negara asing, lebih terjamin.

“Kami juga meminta kepada bupati Karanganyar untuk merespon pengaduan kami, sehingga ada kepastian hukum terhadap para investor yang akan berinvestasi di Karanganyar,” pungkasnya.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners