Rekomendasi

Diduga Meninggal Tak Wajar, Makam Seorang Ibu Muda Dibongkar Polisi

Minggu, 07 Oktober 2018 : 22.17
Diduga Meninggal Tak Wajar, Makam Seorang Ibu Muda Dibongkar Polisi (Foto: Istimewa)
BOYOLALI - Setelah beberapa hari dimakamkan, penyidik Polres Boyolali dibantu Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jateng membongkar makam seorang ibu rumah tangga muda bernama Novi Septiani (22) di pemakaman umum Kyai Sundigong, Desa Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Minggu (7/10/2018).

Informasi yang diperoleh hariankota.com pembongkaran dilakukan untuk keperluan otopsi mayat guna mengungkap penyebab kematian korban yang diduga tak wajar. Korban yang meninggalkan seorang anak masih kecil ini, merupakan warga Dukuh Gumukrejo, Desa Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Boyolali.

Kematiannya yang mendadak pada, Senin (1/10/2018) lalu, menimbulkan kecurigaan lantaran, pada saat dimandikan ditemukan tanda - tanda bekas kekerasan.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi yang turut hadir menyaksikan jalannya pembongkaran makam menyampaikan, pihaknya melaksanakan pembongkaran makam setelah mendapat keterangan dari warga di lingkungan tempat tinggal korban.

"Penyidik melaksanakan salah satu kegiatan dalam proses penyidikan, yaitu, bongkar makam dan otopsi untuk dapat mengetahui secara pasti penyebab kematian korban," terang Kapolres.

Menurut Kapolres, semula kematian korban yang mendadak ini oleh pihak keluarga memang tidak dilaporkan, karena dianggap peristiwa kematian biasa. Namun setelah beberapa hari berjalan usai pemakaman, cerita tentang adanya tanda bekas kekerasan di jasad korban saat dimandikan terus menjadi perbincangan warga.

Menindak lanjuti kejadian tersebut Polisi kemudian memintai keterangan dari beberapa saksi, di antaranya suami korban, orang tua korban, warga yang memandikan jenazah, dan sejumlah tetangga hingga perangkat desa setempat.

"Kita berdo'a yang pertama kebaikan untuk korban. Kedua, otopsi ini dilakukan biar tidak ada pertanyaan, dan muncul masalah dikemudian hari. Karena apabila jenazah korban dalam kondisi sudah terlalu lama, tidak bisa diketahui lagi apa yang menjadi penyebab kematiannya," kata Aries.

Disinggung tentang kemungkinan adanya tersangka, Kapolres menyampaikan belum dapat menetapkan tersangka pelaku dalam kasus ini. Menurutnya, yang dapat menyatakan itu adalah penyidik dengan disertai alat bukti yang cukup.

"Nantinya, setelah penyidik membuat rangkaian dari peristiwa ini, tentu baru bisa menemukan siapa pelakunya apabila benar korban meninggal karena suatu peristiwa pidana. Makanya kita tunggu saja perkembangan hasil forensiknya," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Loading...

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners