Rekomendasi

Dilaporkan Kecelakaan, ABG Tewas Tak Wajar Berselimut Lumpur Sawah

Sabtu, 20 Oktober 2018 : 15.54
Dilaporkan Kecelakaan, ABG Tewas Tak Wajar Berselimut Lumpur Sawah (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Duka mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat saat mengantar jenazah Retno Ayu Wulandari (14) ke pemakaman umum Daksinoloyo Danyung, di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (20/10/2018).

Remaja putri tak tamat SMP warga komplek Rusunawa Begalon II, RT. 02/RW. 08, Kelurahan Penularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo ini diduga tewas menjadi korban penganiayaan.

Sekujur badannya dipenuhi lumpur sawah dengan luka parah di kepala bagian belakang dan luka pada kedua kakinya. Seperti dituturkan Ariyanto (40), Ketua RT rusunawa setempat kepada hariankota.com.

Kematian mencurigakan yang telah menghebohkan media sosial (medsos) ini, semula dilaporkan kepada keluarga karena kecelakaan tunggal dengan lokasi di Dukuh Kradenan, Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jum'at (19/10/2018) dinihari.

"Pada pagi harinya, (Jum'at) sekira pukul 09.00 WIB ada petugas polisi datang ke rusunawa memberitahu bahwa salah satu warga saya meninggal dunia karena kecelakaan tunggal. Oleh pihak keluarga, dengan ditemani beberapa warga lainnya, saya di minta mengecek ke Rumah Sakit (RS) Dr Oen, Solobaru untuk memastikan," paparnya.

Benar saja, jenazah dengan masih terdapat sisa lumpur sawah tersebut memang putri bungsu empat bersaudara anak pasangan Edi Santosa - Welly Ungranti. Namun, kecurigaan muncul setelah melihat luka parah dikepala korban, seperti bukan karena kecelakaan.

"Oleh anggota Polres Sukoharjo yang datang ke rumah sakit Dr Oen, jenazah korban kemudian di bawa ke rumah sakit Dr Moewardi di Jebres Solo untuk dilakukan visum dan otopsi guna mengetahui penyebab kematiannya," terangnya.

Menurut Ariyanto, sebelumnya dari petugas RS Dr Oen sengaja menghubungi pihak kepolisian mengingat tidak ada pihak keluarga maupun petugas yang menyertai kecuali hanya beberapa warga yang mengantar korban ke rumah sakit.

"Penyebab kematian karena kecelakaan tunggal itu oleh pihak rumah sakit Dr Oen disebutkan mengutip keterangan beberapa orang yang membawa korban ke sana (rumah sakit-Red). Oleh karena itu (rumah sakit) langsung menghubungi polisi," ungkapnya.

Selama ini dimata para tetangga, korban termasuk anak pendiam. Sejak putus sekolah, korban diajak kakaknya ikut bekerja di sebuah pabrik konveksi yang berada di Desa Manang, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Berangkat pagi pulang sore.

"Korban memang dari keluarga tidak mampu. Dari empat bersaudara, tiga perempuan, satu laki - laki, hanya satu yang sekolahnya tamat sampai SMP, yakni, yang laki - laki saja. Kalau siang semua bekerja jadi buruh. Sedangkan bapak dan ibunya menjadi pembantu juru masak di sebuah warung bakmi," kata Pak RT.

Atas kejadian ini, ayah korban, Edi Santosa (50) menyampaikan harapannya agar pihak kepolisian mengungkap penyebab kematian putrinya. Jika memang karena dianiaya, maka diminta supaya pelaku diberi hukuman yang setimpal.

"Saya masih binggung dengan penyebab kematian anak saya yang masih simpang siur. Awalnya katanya kecelakaan, tapi kalau melihat luka - lukanya nggak mungkin. Kasian, anak saya baru akan berumur 15 tahun. Saya minta jika ini sebuah kesengajaan, para pelaku di hukum seberat - beratnya," tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantin Baba saat di konfirmasi membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus kematian tak wajar remaja putri dibawah umur tersebut. Dijanjikan, sesegera mungkin hasilnya akan disampaikan.

"Senin atau Selasa," jawabnya singkat melalui pesan Whatsapp. Setelah dilakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi - saksi dan gelar perkara maka telah ditetapkan 1 tersangka diduga pelaku penganiayaan.

"Hasil riksa dan gelar perkara, kami telah menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus tersebut dengan inisial IA,' kata Rifeld. Adapun kronologi kasus, Rifeld menyampaikan masih dalam pendalaman. Sesegera mungkin hasilnya akan disampaikan melalui press release.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners