Rekomendasi

Dirkrimsus Polda Jateng Tangani Dugaan Pencemaran Air PDAM Berwarna Merah di Solo

Sabtu, 20 Oktober 2018 : 18.41
Dirkrimsus Polda Jateng Tangani Dugaan Pencemaran Air PDAM Berwarna Merah Di Solo (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jateng menggelar rekontruksi dugaan pencemaran air PDAM berwarna merah di kawasan RW 12 Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, tak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berada di Kelurahan Sumber.

Rekontruksi yang digelar pada, Sabtu (20/10/2018) siang, diawali di salah satu rumah warga RT 03/ RW 12 yang pertama kali mengetahui adanya perubahan warna air PDAM tersebut. Letak rumah warga ini, kebetulan tepat di belakang lokasi pabrik obat kimia tekstil yang diduga merupakan sumber asal pencemaran air.

Adegan berikutnya, petugas menghadirkan saksi yang melihat air selokan juga berwarna merah, dimana setelah ditelusur asalnya dari dalam pabrik tersebut yang bernama, PT Mahkota Citra Lestari (MCL).

Hanya saja untuk rekontruksi adegan di dalam pabrik dilakukan tertutup, oleh petugas, awak media tidak diijinkan ikut masuk. Dari Informasi yang diperoleh hariankota.com, sedikitnya ada delapan adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi.

Ditreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono kepada awak media mengatakan, berkaitan dengan rekontruksi ini pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi. Empat orang saksi berasal dari PT MCL, yakni, pemilik pabrik, staf admin, kepala produksi, dan kuli bangunan. Dan dua saksi lainnya adalah direktur teknik dan petugas lapangan.

Dikatakan, setelah rekonstruksi, saksi yang akan diperiksa akan bertambah lagi, ada 4 sampai 5 orang. Salah satunya adalah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo. "Setelah dari sini kami akan melakukan gelar perkara di Polda. Dari gelar perkara nanti akan kami tentukan tersangkanya," jelas Moh Hendra Suhartiyono.

Menyinggung alasan penanganan kasus pencemaran ini dilakukan Polda Jateng, menurutnya bukan berarti Polresta Solo tidak mampu menanganinya. "Kami melihat ada kesibukan lain yang harus diungkap Polresta Solo sehingga kasusnya diambil alih Polda Jateng. Ada beberapa kritaria yang harus di ungkap dan digali," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners