Rekomendasi

Dugaan Kecurangan Pansel Anggota KPU Jateng III, PP Pemuda Muhammadiyah Dukung Gugatan ke PTUN

Minggu, 21 Oktober 2018 : 13.29
Dugaan Kecurangan Pansel Anggota KPU Jateng III, PP Pemuda Muhammadiyah Dukung Gugatan Ke PTUN (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Langkah hukum yang ditempuh kader Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo, Fery Kurniawan mengugat Panitia Seleksi (Pansel) anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/ Kota Jateng III ke PTUN perihal pengumuman 10 besar tahap seleksi akhir calon anggota KPU Sukoharjo mendapat dukungan penuh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Melalui gugatan tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak terutama untuk pansel anggota KPU itu sendiri yang diduga tidak konsisten dengan aturan yang telah ditetapkan hingga banyak melakukan kecurangan dan tidak transparan.

Hal itu disampaikan Ghufroni selaku Direktur Satgas Advokasi PP Muhammadiyah kepada hariankota.comdalam rilisnya melalui Eko Pujiatmoko, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo, Minggu (21/10/2018).

"Upaya hukum ini bisa dimaknai sebagai ijitihad persyarikatan untuk mencari kebenaran dan menuntut keadilan. Jangan sampai proses seleksi dirusak demi kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu," sebutnya.

Gufroni menegaskan, jangan jadikan proses seleksi ini sebagai ajang untuk menguasai lembaga penyelenggara pemilu dengan menempatkan orang-orang yang belum tentu memiliki kapasitas dan integritas yang memadai.

"Kami berharap proses persidangan di PTUN Semarang nanti bisa berjalan fair tanpa ada rekayasa atau tekanan dari pihak manapun. Kita serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim untuk memutuskan dengan seadil-adilnya berdasarkan kebenaran materiil sesuai dengan wewenang hakim yang dimiliki," ujarnya.

Kepada pansel KPU, atas nama PP Pemuda Muhammadiyah, Gufroni juga meminta agar menghormati proses hukum ini dengan menghadiri sidang-sidang dan jangan sekali-kali lepas dari tanggung jawab.

"Meski sudah berakhir masa jabatannya bukan berarti lepas tangan karena hal itu sudah menjadi ketentuannya sebagaimana sudah di atur dalam peraturan KPU No. 25 tahun 2018 pasal 38 B ayat 3," tandasnya.

Terpisah, menanggapi gugatan tersebut, mantan Ketua Tim Pansel anggota KPU Kabupaten/ Kota Jateng III, Agus Riewanto, menyatakan bahwa gugatan yang dialamatkan kepada pihaknya salah alamat. Dalihnya, tim pansel dibentuk oleh KPU pusat dan bersifat ad-hoc. Selain itu tim pansel juga telah dibubarkan beberapa pekan lalu.

Agus menyatakan anggota tim pansel menjunjung tinggi profesionalitas dan tanggung jawab saat melaksanakan tahapan seleksi mulai dari CAT (tes tertulis), psikotes, hingga wawancara.

"Untuk tahap psikotes dilaksanakan tim ahli dari perguruan tinggi (PT). Bisa saja peserta yang nilai CAT dan piskotesnya tinggi justru jatuh saat wawancara. Jadi bukan tim pansel yang mestinya digugat melainkan KPU pusat," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Bagya Komang

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners