Rekomendasi

Gigihnya Para Istri Tentara Indonesia Ini Saat Membatik Massal Pecahkan Rekor MURI di Hari Batik Nasional

Selasa, 02 Oktober 2018 : 13.30
Published by Hariankota
Gigihnya Para Istri Tentara Indonesia Ini Saat Membatik Massal Pecahkan Rekor MURI di Hari Batik Nasional (Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO – Ratusan ibu - ibu yang tergabung dalam Persatuan Istri Tentara (Persit) dari seluruh kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Solo Raya unjuk kebolehan membatik massal menyambut Hari Batik Nasional dan HUT TNI ke 73, di kawasan pabrik Batik Keris yang berada di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa, (2/10/2018).

Acara yang juga didaftarkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) ini, disebutkan targetnya diikuti sekira 15 ribu peserta anggota Persit, dan digelar serentak di seluruh jajaran TNI di sejumlah daerah di Indonesia.

"Untuk yang di sini (Batik Keris -Red) pesertanya terdiri dari empat unsur yakni, Persit TNI AD, Bhayangkari dari Polres Sukoharjo, PKK Sukoharjo dan ibu - ibu dari TNI AL dari Lanud Adi Sumarmo. Jumlahnya sekira 250 orang membatik massal," terang Anisa, Seksi Kebudayaan Dharma Pertiwi Koorcab Korem 074/ Warastrama Solo kepada hariankota.com.

Salah satu peserta, istri Komandan Kodim (Dandim) 0726 Sukoharjo Artha Chandra menyebutkan, untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan, pihaknya selain mengajak anggota Persit dari lingkungan Kodim Sukoharjo, juga melibatkan anggota Bhayangkari dari Polres Sukoharjo.

“Kegiatan ini sangat positif untuk melestarikan salah satu budaya bangsa, yakni batik. Terlebih saat ini momennya sangat tepat, yakni Hari Batik Nasional,” ungkapnya.

Sementara General Manajer Operasional Toko PT Batik Keris, Parjono menambahkan, dalam kegiatan membatik massal ini, peserta dibebaskan membuat motif diatas selembar kain putih selebar sapu tangan orang dewasa yang sudah disiapkan dari Batik Keris.

"Ini tadi, karena waktu terbatas, sebagian besar hanya sampai pada proses mengambar sketsa berupa gambar bunga menggunakan canting saja," ungkapnya.

Namun begitu, Parjono mengapresiasi atas terselenggarannya kegiatan. Setidaknya, dari kegiatan membatik massal diharapkan batik Indonesia yang sudah masuk menjadi warisan budaya berdasarkan catatan UNESCO tetap lestari.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More