Rekomendasi

Hindari Konflik Imbas Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Lima Poin Kesepakatan Damai Elemen Islam Solo

Jumat, 26 Oktober 2018 : 16.29
Sejumlah elemen umat muslim Kota Solo sepakat menyerahkan kasus pembakaran bendera kalimat Tauhid kepada Polisi (Foto Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Sejumlah pimpinan elemen Islam Kota Solo sepakat melakukan islah dengan membuat 5 poin kesepakatan pernyataan sikap untuk meredam panasnya situasi pasca merebaknya video kasus pembakaran bendera berlafal kalimat Tauhid di Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) beberapa waktu lalu.

Kesepatan yang disampaikan usai ibadah sholat Jum"at, (26/10/2018) di Masjid Agung tersebut dihadiri perwakilan masing - masing elemen ormas Islam seperti dari, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Pagar Nusa Nahdahtul Ulama (NU), Majelis Mujahidin dan beberapa lainnya.

Pantauan hariankota.com dilokasi, pada kesempatan itu Ketua Takmir dan Imam Masjid Agung, Ustad Muhtarom kepada perwakilan elemen ormas Islam yang hadir mengatakan, tentang perkembangan penanganan kasus pembakaran bendera, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Ahmad Luthfi telah menemui pihaknya.

"Ini amanah dari beliau (Wakapolda) yang tidak bisa hadir disini karena ada acara lain di Klaten. Maka saya diminta menyampaikan pesan bahwa, kasus Garut sudah ditangani kepolisian. Dan, beliau mengatakan penyusup yang diduga membawa bendera dalam acara (HSN) di Garut adalah eks HTI," kata Ustad Muhtarom mengutip pesan Wakapolda yang disebutkan merupakan hasil investigasi di Jawa Barat.

Wakapolda juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu menjaga kondusifitas Kota Solo. Selain itu, hal - hal yang menyangkut penanganan kasus hukumnya biarlah sepenuhnya ditangani polisi dan jangan di intervensi.

Sementara, Ustad Muhammad Halim pengasuh Ponpes Takmirul Islam, Solo, yang juga koordinator forum pernyataan bersama menyampaikan, 5 Poin dibuat setelah dilakukan pertemuan dengan berbagai kelompok ormas Islam di Kota Solo pada, Kamis (25/10/2018) kemaren sore.

"Pertama, bahwa pembawa bendera dalam acara HSN di Garut adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Kedua, membakar bendera tauhid adalah perbuatan yang tidak dibenarkan.

Ketiga, SOP dalam menangani orang yang membawa bendera yang diduga bendera HTI, seharusnya menangkap pelakunya dan mengamankan benderanya untuk diserahkan ke pihak yang berwajib," sebut Ustad Muhammad Halim

Adapun poin ke empat, menyebutkan bahwa, seluruh elemen umat Islam adalah saudara, maka wajib terus dijaga ukhuwah dan mewaspadai segala upaya adu domba. "Terakhir, atau ke lima, menyerahkan urusan ini kepada yang berwajib untuk diselesaikan secara hukum se adil - adilnya," tandasnya.

Dalam pertemuan juga di sepakati masing - masing elemen bertanggung jawab untuk mengendalikan anggotanya agar tidak melakukan provokasi demi kondusifitas Kota Solo.
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners