Rekomendasi

Impian Hidup Layak Warga Karanganyar di Palu Sirna Saat Gempa dan Tsunami Terjadi

Jumat, 05 Oktober 2018 : 17.16
Published by Hariankota
Impian Hidup Layak Warga Karanganyar Di Palu Sirna Saat Gempa dan Tsunami Terjadi (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Gempa bumi dan Tsunami yang terjadi di Palu, menyisahkan cerita miris bagi Dwi Purnomo, salah satu korban selamat yang berhasil pulang ke kampung halamannya di Karangpandan.

Kepada hariankota.com, Dwi Purnomo, usai diterima bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan, dia berangkat ke Palu untuk menyambung hidup memenuhi kebutuhan anak-anak. Dwi mengungkapkan, setahun lalu, isterinya meninggal dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya yang masih kecil, terutama untuk membeli susu, dia nekad berangkat ke Palu. “Saya berangkat ke Palu untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Dwi, Jumat (05/10/2018).

Dwi dan kawan-kawan, berangkat ke kota Palu sekitar satu bulan lalu dan bekerja sebagai pekerja bangunan di salah satu proyek perumahan, dengan penghasilan Rp100.000 per hari.

Baca Juga:
Harapan untuk memperoleh pengahsilan yang cukup, menjadi sirna, ketika terjadi gempa dahsyat di Palu. Dwi Purnomo pulang tanpa membawa hasil. Bahkan untuk pulang ke Karanganyar, mereka dibelikan tiket pesawat oleh relawan Karangpandan.

“Saat gempa, kami baru selesai kerja dan akan persiapan lembur. Tiba-tiba terjadi gempa hebat. Dengan pakaian yang masih kotor, kami semua berlarian menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Setelah hampir dua hari di daerah aman, selanjutnya pulang ke Karanganyar. Saat pulang, saya tidak bawa uang, karena memang gaji kami selama satu bulan belum dibayar,” ujarnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, memberikan bantuan sejumlah uang serta pakaian pantas pakai kepada para korban ini. Untuk sementara, menurut bupati, ke enam warga ini, akan bekerja di proyek pembangunan pasar Karangpandan.

“Kami cukup prihatin dengan kejadian ini. Alhamdulillah warga kita selamat. Untuk sementara, ke enam warga kita ini, akan bekerja di proyek pembangunan pasar Karangpandan,” kata bupati.

Disisi lain, kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Transmigrasi Koperasi dan UMKM, Waluyo Dwi Basuki, mengatakan, akan menawarkan transmigrasi bagi ke enam warga ini. “Nanti akan kita lihat perkembangannya. Jika memang berkenan, maka akan kita daftarkan untuk mengikuti program transmigrasi,” kata dia.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More