Rekomendasi

Ini Kronologi Terbongkarnya Jaringan Pengedar Upal yang Berhasil Dibongkar Polres Karanganyar

Senin, 01 Oktober 2018 : 18.41
Published by Hariankota
Barang bukti Upal (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Surakarta, memastikan, barang bukti sebanyak 222 lembar uang pecahan Rp100.000 dan pecahan Rp50.000 yang diamankan dari para tersangka sindikat peredaran uang palsu, merupakan uang palsu.

Hal tersebut ditegaskan, kepala seksi (Kasi) Bekti Artanta, deputi perwakilan BI Surakarta, saat gelar perkara di Mapolres Karanganyar, Senin (01/10/2018). Dijelaskannya, barang bukti yang berhasil diamankan oleh reskrim Polres karanganyar, dapat dipastikan palsu.

Hal ini, menurut Bekti, dapat dilihat dari warna uang yang terlihat lebih buram dari uang asli. Termasuk benang pengaman seperti dicetak dan tidak tertanam di dalam uang, angka seratus ribu yang tidak timbul.

“Kami yakini bahwa barang bukti yang diamankan ini adalah uang palsu. Masih banyak hal lain yang dapat membuktikan bahwa uang ini palsu. Kami berharap agar kasus ini dapat dikembangkan. Karena ini masih terpotong pada pengedar. Ke depan, kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai uang palsu ini,” jelasnya, Senin (01/10/2018).

Baca Juga:
(Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Purbo Adjar Waskito, kepada hariankota.com mengungkapkan, meskipun sejumlah barang bukti diamankan dari rumah kontrakan para tersangka di Sidoarjo, pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa para tersangka ini merupakan produsen uang palsu. Pasalnya, menurut Kasat Reskrim, kasus ini masih terus dikembangkan.

“Kami masih terus mengembangkan. Kami belum bisa memastikan para tersangka ini merupakan pembuat uang palsu. Karena, menurut keterangan tersangka, mereka hanya menerima titipan barang,” kata dia, Senin (01/10/2018).

Disisi lain, menurut Kasat Reskrim, uang palsu yang sudah sempat diedarkan sejumlah Rp30 juta, sebagian besar beredar di Karanganyar, sisanya di Jawa Timur.

Modus yang digunakan para tersangka dalam mengedarkan uang palsu ini, dengan membelanjakan uang untuk keperluan sehari-hari serta menjual uang palsu dengan perbandingan satu berbanding dua, artinya, lanjut Kasat reskrim, satu lembar uang asli akan ditukar dengan dua lembar uang palsu.

Sementara itu, untuk mata uang asli yang juga dipalsukan, menurut Kasat Reskrim, hingga kini belum diedarkan.

“Keterangan awal hanya untuk koleksi. Tapi setelah kami lakukan penggeledahan, kami menemukan sejumlah mata uang asing yang berada di dalam rumah kontrakan,” tandasnya. Satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Karanganyar, membongkar sindikat peredaran uang palsu.

Enam orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka diamankan dalam kasus ini. Enam tersangka tersebut, masing-masing ST (27) warga Karanganyar, ASHP (26) warga kota Surabaya, DHN (30) warga Jombang, BNHCPP (34) warga Ponorogo, S (41) warga Madiun, serta HA (48) warga Sidoarjo.

Selain mengamankan tersangka, Sat Reskrim juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 222 lembar dalam pecahan uang Rp100.000, serta ratusan mata uang asing dari berbagai Negara.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners