Rekomendasi

Kasus Hoax Ratna Sarumpaet, Dahnil: Kenapa yang Diburu Malah Pak Amien

Minggu, 07 Oktober 2018 : 16.30
Published by Hariankota
Kasus Hoax Ratna Sarumpaet, Dahnil : Kenapa Yang Diburu Malah Pak Amien (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Terseretnya nama Amien Rais dalam kasus kebohongan (hoax-Red) Ratna Sarumpaet hingga berujung pemanggilan polisi, dinilai janggal oleh juru bicara Tim Kampanye Prabowo - Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak yang juga Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah.

"Agak janggal ya. Kenapa yang diburu malah Pak Amien, korban kebohongan Bu Ratna," kata Dahnil saat ditemui hariankota.com usai memimpin apel akbar Milad Komando Kesiapsiagaan Muhammadiyah (Kokam) ke 53 Tahun se Solo Raya di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (7/10/2018).

Menyinggung soal belum datangnya mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah masa bakti 1995 - 2000, memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi kasus hoax Ratna, Dahnil menyatakan, pada prinsipnya sebagai warga negara yang baik, Amin Rais akan memenuhi kewajibannya secara hukum.

"Kenapa beliau belum datang, karena memang belum sempat datang. Pertama, bukan karena apa-apa, karena memang sibuk.

Saya dengar sudah ada panggilan kedua, nanti kalau tidak ada halangan pasti akan datang," tegas pria yang jabatannya sebagai Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah akan segera berakhir Nopember mendatang.

Dalam kasus Ratna Sarumpaet, Dahnil kembali menegaskan bahwa, Amin Rais, Prabowo, Joko Santoso, Fadli Zon, termasuk dirinya merupakan korban kebohongan.

"Saya itu dibohongi. Saya sebagai jubir, kami hanya berusaha berempati terhadap Bu Ratna karena mengaku dianiaya. Orang normal yang punya empati pasti ingin bantu seorang perempuan lansia dengan umur yang sudah 70 tahun, mengaku dianiaya. Menyakinkan sekali, mungkin karena orang teater, ya kami terpengaruh," ujarnya.

Namun begitu, Dahnil menyadari bahwa kasus ini tak bisa dinafikan ada unsur politisnya terkait upaya memburu para tokoh yang menjadi teman sekaligus korban kebohongan Ratna. Untuk itu, tim kuasa hukum (Prabowo - Sandi) akan melakukan pra peradilan (ditujukan kepada Polisi) atas penanganan kasus ini.

"Insya Allah hari Senin akan ada upaya mendaftarkan pra peradilan oleh tim hukum. Saya berharap, terutama kepada alumni 212, termasuk warga Muhammadiyah tidak perlu terprovokasi terkait pemanggilan Pak Amien, kita lihat saja dulu, dengan penuhi proses hukum," pungkasnya.

Penulis: Sapto Nugroho

Editor: Bagya Komang

Share this Article :