Rekomendasi

Keluarga Cendana Dukung Pemutaran Film G30S/PKI di Depan Dalem Kalitan

Senin, 01 Oktober 2018 : 05.03
Published by Hariankota
Keluarga Cendana Dukung Pemutaran Film G30S/PKI Di Depan Dalem Kalitan (Foto:Sapto Nugroho/hariankota)
SOLO - Melalui seorang kerabat yang diutus menyampaikan sambutan kepada warga yang hadir menyaksikan pemutaran Film G30S/PKI di area parkir Dalem Kalitan, keluarga Cendana sebagai pemilik tempat menyambut baik atas ide penyelenggaran tersebut.

"Tadi pak Begug Purnomosidi, mantan Bupati Wonogiri, diutus mas Tommy Soeharto untuk memberi sambutan. Pada prinsipnya keluarga Cendana mendukung penuh penyelenggaraan acara ini," terang Muhammad Taufiq Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat selaku penanggung jawab acara saat ditemui hariankota.com, disela pemutaran film, Minggu (30/9/2018) malam.

Dijelaskan Taufiq, pemutaran film G30S/PKI bertujuan menghidupkan tradisi yang sempat hilang, dimana merupakan suatu hal yang wajar diselenggarakan pada beberapa tahun silam. Masyarakat terutama generasi muda selalu menyaksikan setiap tanggal 30 September tanpa ada rasa takut ataupun dilarang.

"Acara malam ini, sekaligus juga sarasehan berupa dialog dengan tokoh - tokoh yang sangat pluralis, antara lain, pelaku sejarah Sri Bintang Pamungkas, bapaknya seorang hakim di Tulung Agung dibunuh PKI di Ngawi pada tahun 1948. Kemudian ada mantan polisi, yakni Mayjen (Purn) Pol, Anton Tabah, yang memiliki cara pandang tentang PKI berbeda dengan polisi sekarang," kata Taufiq.

Selain dua tokoh tersebut, ada satu lagi tokoh fenomenal dari kalangan etnis Tionghoa yang dihadirkan dalam sarasehan yakni, Lieus Sungkarisma.

Taufiq pun menampik jika pemilihan lokasi di depan rumah keluarga Soeharto dikaitkan dengan isu kebangkitan orde baru. Pemilihan lokasi semata - mata untuk memberi penghormatan kepada mantan Presiden RI ke 2 ini yang telah berani membubarkan PKI.

"Semua tokoh yang hadir tadi sepakat bila pak Harto adalah satu - satunya presiden yang tegas menolak keberadaan PKI di Indonesia," ujarnya.

Sementara, meski hanya duduk beralas tikar seadanya, seribuan warga yang datang terlihat antusias menyaksikan film G30S/PKI hingga menit akhir tanpa beranjak. Setidaknya dengan diputarnya film versi lengkap ini, diharapkan masyarakat terutama generasi muda bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi pada 30 September 1965 silam.

Penulis: Sapto Nugroho

Editor:Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More