Rekomendasi

Kisah Ayu Siswa SMK Jual Cilok untuk Biaya Sekolah

Selasa, 23 Oktober 2018 : 17.04
Kisah Ayu Siswa SMK Jual Cilok Untuk Biaya Sekolah (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Tangan Ida Ayu Riski Susilowati terlihat begitu cekatan ketika melayani pembeli cilok buatannya sendiri, Selasa (23/10/2018). Ayu tidak merasa canggung dan malu, meskipun yang dilayaninya tersebut adalah teman-temannya sendiri di SMK Bhakti Karya Karanganyar.

Kepada hariankota.com serta awak media lain, mengungkapkan, jualan cilok yang merupakan panganan khas Jawa Barat ini, telah dilakoninya sejak setahun lalu untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari-hari bersama sang adik.

Ida menceritakan, niat untuk berjualan cilok berawal dari keinginannya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan modal pinjaman Rp150.000 serta sepeda yang juga pinjaman dari saudaranya, Ida mulai berjualan cilok.

“Modal awalnya pinjaman, sepeda juga pinjaman. Alhamdulillah, pinjaman sudah lunas," ujarnya, Selasa (23/10/2018). Kegiatan meracik dagangannya tersebut dimulai ketika Ayu pulang sekolah. Layaknya siswa lainnya, tidak ada yang aneh saat Ida berada di sekolah.

Setiap pulang sekolah Ayu membeli bahan-bahan untuk membuat cilok, seperti terigu, tepung kanji, dan sejumlah sayuran. Seperti wortel, bayam, telur dan juga kacang.

Menurutnya, bahan baku tersebut, kemudian diracik usai sekolah. Meski sekolah sabil berjualan clok, Ayu tidak meninggallkan kewajibannya untuk belajar. Ayu mengaku belajar hingga pukul 20.30. Dan pukul 02.30 WIB ia bangun untuk memulai aktivitasnya.

"Dini hari saya mulai meracik adonan yang sudah disiapkan, kemudian memasaknya. Cilok-cilok yang sudah matang tersebut, di tempatkan ke dalam dandang kecil. Selanjutnya saya taruh di dua buah kotak yang di pasang di kursi pembonceng di sepeda. Setelah semua selesai, saya langsung berangkat ke sekolah, sambil menjajakan cilok,” kata dia.

Semua aktivitas itu ia lakukan sendiri. Ida sudah terbiasa dengan rutinitas tersebut. Setidaknya sudah setahun ini, Ida melakukannya. Atau semenjak ia duduk di kelas XI. Dengan keuntungan rata-rata Rp30.000 per hari, Ayu dappat memenuhi kebutuhannya dan membiayai adiknya sekolah.

“Saya tidak malu berjualan. Selama menghasilkan dan halal, saya tidak malu. Hasil jualan ini, saya gunakan untuk biaya hidup dan biaya sekolah. Saya tidak ingin bergantung pada orang lain,” ujanya penuh semangat.

Selama ini, lanjut Ayu, ia tinggal bersama dengan adiknya Sudrajat Ariayat Moko Saputra. Keduanya menempati rumah peninggalan orang tuanya di Kebonagung RT 006 RW 006, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.

Sedangkan ibunya, Tumiyati, 52 bekerja di Bekasi. Ayahnya Sukirno sudah meninggal sekitar dua tahun silam. Ida merupakan anak ketujuh dari 10 bersaudara. Beberapa kakaknya sudah mempunyai tempat sendiri.

Sehingga, tidak tinggal satu rumah dengannya. Saat ini Ida duduk di kelas XII SMK Bhakti Karya, Karanganyar. Tepatnya di kelas XII, jurusan akuntansi.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners