Rekomendasi

Kisah Pemandu Wisata di Bali, Mulai dari Digoda Hingga Jadi Bahan Ejekan Wisatawan

Sabtu, 27 Oktober 2018 : 16.43
DENPASAR - Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali, tentu sudah tidak asing dengan pemandu wisata (Tourist Guide). Pemandu wisata inilah yang memberikan bantuan, informasi dan interpretasi warisan budaya, sejarah serta kontemporer kepada wisatawan peserta tur di tempat-tempat bersejarah, museum, keagamaan, pendidikan dan berbagai lokasi wisata yang ada di Pulau Dewata.

Para pemandu wisata ini, harus mampu menjawab berbagai pertanyaan para wisatawan tentang berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan budaya dan lokasi wisata di Bali.

Selain memiliki pengetahuan dan pemahaman berbagai hal tentang Bali, sosok pemandu wisata juga harus memiliki kepribadian yang luwes, memiliki tata krama dan menjunjung etika sebagai seorang pemandu wisata.

I Nengah Sudarmi (33), salah satu pemandu wisata yang mendampingi rombongan Dinas Komunikasi Dan informasi serta para wartawan yang bertugas di Karanganyar, kepada hariankota.com, mengatakan, satu hal yang harus disampaikan kepada para wisatawan adalah soal kenyamanan Bali sebagai salah satu kota tujuan wisata.

“Keamanan dan kenyamanan Bali sebagai kota tujuan wisata, harus kita sampaikan kepada wisatawan. Karena memang selama ini, banyak hal negative yang beredar soal Bali. Nah itu yang perlu kita luruskan, sehingga para wisatawan lebih nyaman,” kata I Nengah Sudarmi, disela-sela mendampingi Diskominfo serta para wartawan, selama berada di Bali.

Setelah menerima informasi soal keamanan dan kenyamanan, wanita yang basa dipanggil mbok Amy ini, melanjutkan, pemandu wisata harus menguasai dan memahami berbagai objek wisata yang ada dan menyampaikan kepada wisatawan.

“Sebagai orang Bali, kami sebagai pemandu wisata, harus menguasai dan memahami berbagai objek wisata, termasuk menjelaskan sejarahnya kepada wisatawan. Untuk itu, kami tidak henti-hentinya belajar, “ ujarnya.

Mbok Ami yang baru tiga tahun menekuni profesinya sebagai pemandu wisata ini, menuturkan, tidak jarang, dalam memandu para wisatawan menjadi bahan candaan, namun hal itu dianggap wajar untuk menambah keakraban.

“Kalau jadi bahan candaan pernah. Juga banyak yang menggoda, namun dalam batas kewajaran. Saya juga pernah mendapati wisatawan yang rewel dan nyaris bertengkar,” lanjut wanita yang murah senyum ini.

Wanita yang berasal dari Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem ini, menegaskan, sikap ramah dalam melayani wisatawan dengan sepenuh hati, sabar dalam melayani tamu,mutlak harus dimiliki oleh pemandu wisata.

“Dalam kondisi apapun, kami sebagai pemandu wisata harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua wisatawan. Jangan sampai para wisatawan ini kecewa,” pungkas wanita yang menguasai bahasa Korea dan bahasa Inggris ini.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners