Rekomendasi

Konsolidasi Relawan Projo Bersama Tim Kampanye Daerah, Aria Bima: Jangan Ada Lagi Ratna Sarumpaet di Lingkaran Jokowi dan Prabowo

Sabtu, 06 Oktober 2018 : 19.29
Published by Hariankota
Konsolidasi Relawan Projo Bersama Tim Kampanye Daerah, Aria Bima: Jangan Ada Lagi Ratna Sarumpaet di Lingkaran Jokowi dan Prabowo (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Tim kampanye nasional pasangan calon presiden Joko Widodo-Makruf Amin, lebih mengedepankan adu program dalam kontestasi pemilihan presiden yang akan digelar pada bulan April 2019 mendatang.

Hal tersebut dikatakan direktur program tim kampanye nasional Jokowi-Makruf, usai memberikan arahan dalam konsolidasi relawan Projo bersama partai politik, Sabtu (06/10/2018).

Konsolidasi relawan projo dan partai politik tersebut, juga dihadiri Bupati yang juga ketua DPD Partai Golkar Karanganyar, Juliyatmono, serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, serta sejumlah tokoh politik Karanganyar.

Aria Bima mengatakan, kata kunci untuk memenangkan pasangan Jokowi-Makruf, dengan bersatunya kekuatana relawan dan seluruh jajaran parpol pengusung dan pendukung.

Aria Bima (Foto:Iwan Iswanda/hariankota)
Tim ini, lanjutnya yang akan menghadirkan Jokowi dengan segala keberhasilannya selama empat rahun memimpin.Kesolidan ini bukan hanya dukung Jokowi secara fiik, tapi mengusung ide besar ke depan, termasuk untuk Karanganyar.

“Kita sepakat mengusung Jokowi dan Makruf Amin sebagai figure yang reksonsiliatif untuk bangsa. Maka strategi kita adalah membangun narasi yang baik, narasi yang positif. Kita tidak melihat Prabowo sebagai musuh tapi sebagai mitra dalam mendewasakan proses demokrasi di Indonesia.Kita tidak ingin ada perkelahian, tapi kontestasi program,” kata Aria Bima.

Politisi PDIP tersebut juga mengingatkan agar orang-orang seperti Ratna Sarumpaet dibersihkan dari lingkaran Prabowo Subianto dan Jokowi.

“Kita tidak ingin ada Ratna-Ratna Sarumpaet di lingkaran pak Prabowo dan pak Jokowi.Orang yang sehat jiwanya harus ada dilingkaran ini.Jangan sampai ada orang yang tidak sehat jiwanya, menggunakan media politik untuk membuat kompetisi menjadi carut marut yang berisi hoaks, fitnah, hujatan satu sama lain yang itu tidak membuat kita cerdas,” tegasnya.

Apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, menurut Aria Bima, menunjukkan adanya gangguan kejiwaan. Karena, yang bersngkutan telah menggunakan media politik untuk melakukan kebohongan.

“Maaf ya ada konstruksi kejiwaannya yang kurang pas dan itu dieskpresikan dalam media politik nasional.Pak Prabowo sangat malu dan dipermalukan,” pungkasnya.

Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Bagya Komang

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More