Rekomendasi

Mahasiswa Teknik UNS 'Sulap' Tulang Sapi Jadi Beton

Selasa, 09 Oktober 2018 : 08.30
Mahasiswa Teknik UNS "Sulap' Tulang Sapi Jadi Beton (Foto: UNS)
SOLO - Inovasi terbaru mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan menciptakan teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah marmer dan tulang sapi. Mereka adalah Adhirajasa, Yesika Azzukhruf, Panji Pramayswara Pamilih dan Farhan Nurfi Afriansyah.

Empat mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) UNS yang tergabung dalam grup Semar Solid itu menciptakan sebuah beton jenis Self Compacting Concrete (SCC). SCC merupakan beton mutu tinggi yang dapat memadat sendiri.

"Metode SCC itu bikin beton yang bisa memadat sendiri tanpa memerlukan vibrasi atau upaya lain untuk memadatkan beton. Produk yang kita buat ini, ramah lingkungan dan kantong," jelas Panji, seperti dikutip hariankota.com dari website UNS, Selasa (9/10/2018).

Metode SCC ini, limbah marmer dan tulang sapi diolah sedemikian rupa sebagai menjadi bahan campuran dalam beton. Kedua bahan itu jika dicampur dapat membuat beton lebih cepat mengeras dan juga dapat meningkatkan kuat tekan betonnya.

"Banyak limbah yang terbuang dari dua bahan tersebut, sehingga kami mencoba memanfaatkannya untuk menjadi sesuatu yang berguna," terang Panji.

Tim lainnya, Yesika sebut, tulang digunakan dalam struktur beton karena memiliki kandungan Kalsium Oksida (CaO) yang besar. CaO sendiri merupakan komposisi terbesar dalam semen. Selain itu marmer juga memiliki unsur kimia utama yaitu Silikon Dioksida/Silikat (SiO2), Kalsium Oksida (CaO) dan magnesium Oksida (MgO).

"Kandungan kimia itu sebagian terdapat dalam semen. Selain unsur kimia, marmer juga dikenal memiliki kuat tekan yang cukup tinggi," jelasnya. Saat dilakukan pengujian, ternyata beton milik tim Semar Solid kuat dan tekannya mencapai 20 (Mega Pascal) pada umur 24 jam. Sekitar 41,6 persen dari kuat tekan 28 hari.

"Inovasi beton karya kami bisa diaplikasikan untuk pembuatan jalan. Sebab, proses pengerasan beton mereka tidak memerlukan waktu lama. Hanya perlu waktu satu hari sudah kuat, dibandingkan beton biasa yang perlu 3 hari baru dapat 40 persen kuat tekan.

"Yang pasti, penggunaan kedua bahan ini dinilai lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya sekitar 7,78 persen dari pembuatan beton dengan menggunakan material biasa," pungkasnya.

Editor: Rahayu

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners