Rekomendasi

Peduli Bencana, Pelajar SMP di Sukoharjo Sumbang Seragam Sekolah Bagi Pelajar Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Kamis, 04 Oktober 2018 : 20.24
Published by Hariankota
Peduli Bencana, Pelajar SMP Di Sukoharjo Sumbang Seragam Sekolah Bagi Pelajar Korban Gempa Dan Tsunami Sulteng (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Alunan tiupan saksofon mengiringi do'a dalam acara penyerahan sumbangan untuk pelajar korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dihimpun spontan dari ribuan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Sukoharjo.

Penyerahan bantuan secara simbolis ini dilaksanakan disela acara sosialisasi bahaya penggunaan narkoba yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) Sukoharjo bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten Sukoharjo di aula Disdikbud setempat, Kamis (4/10/2018).

Dwi Atmojo Heri, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Sukoharjo kepada hariankota.com mengatakan, bantuan dihimpun atas inisiatif spontan dari pelajar setingkat SMP di Sukoharjo, dimana sasaran yang menjadi tujuan penerimanya juga pelajar dalam tingkatan yang sama yang saat ini tengah dilanda bencana.

"Mereka menyumbang mulai baju seragam sekolah baru atau baju OSIS, buku, makanan dan juga ada sejumlah uang, Ini kami laksanakan secara bergiliran selama dua hari di sela sosialisasi bahaya narkoba," terangnya.

Nantinya seluruh bantuan yang terkumpul, direncanakan dalam pendistribusiannya oleh pihak Disdikbud Sukoharjo sepenuhnya dipercayakan kepada BNK Sukoharjo dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo untuk di teruskan proses pengirimannya ke lokasi bencana.

Sementara, Koordinator Relawan Penyuluh BNK Sukoharjo, Agus Widanarko yang dalam kegiatan menggenakan kostum superhero Superman menyampaikan, hingga kini di kantor BNK Sukoharjo, sudah membuka posko bantuan untuk korban gempa Palu, Donggala dan Sigi selama dua hari.

"Mengingat banyaknya komunitas yang menghubungi kami, mulai dari klub motor hingga karang taruna, yang ingin mengirim bantuan, maka posko kami buka selama lima hari, maksimal sampai satu minggu untuk menampung bantuan sebelum kami kirim melalui PMI ke Sulteng," katanya.

Khusus untuk kegiatan bersama Dinas Pendidikan ini imbuh Danar, bantuan murni berasal dari para siswa berupa seragam OSIS yang masih bagus, kemudian ada buku, makanan dan juga uang.

"Jadi adik - adik pelajar ini berharap, musibah gempa yang mengakibatkan banyak sekolah hancur serta bisa jadi pakaian seragam sekolah dan peralatan lainnya rusak, namun jangan sampai hal itu menghalangi kegiatan belajar," tandasnya.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More