Rekomendasi

Pemerintah Diminta Bangun PLTN, Manfaatkan Nuklir untuk Energi

Kamis, 25 Oktober 2018 : 21.57
Pemerintah diminta Bangun PLTN, Manfaatkan Nuklir Untuk Energi (Foto: Danang Prabowo/hariankota)
YOGYAKARTA - Berbagai upaya penyiapan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) telah dilaksanakan. Misalnya studi tapak dan studi kelayakan untuk wilayah Jepara dan Kepulauan Bangka, telah selesai.

Namun, pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi, hingga kini belum terlaksana. Padahal, secara teknis, infrastruktur dan sumber daya manusia sudah siap menerapkan.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, banyak keuntungan dengan menggunakan nuklir sebagai sumber energi listrik. Nuklir juga tidak akan menjadi pesaing batubara seperti yang dikhawatirkan banyak orang selama ini.

"Masih ada ketakutan dan ada salah persepsi tentang nuklir. Padahal secara teknologi, infrastruktur, dan sumberdaya manusia, kita sebenarnya sudah sangat siap go-nuclear," katanya.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion & Seminar Nasional Infrastruktur Energi Nuklir di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta, Kamis (25/10/2018) siang tadi.

Dengan membangun PLTN, imbuh Djarot, akan banyak keuntungan yang diperoleh. Misal, tidak akan ada polusi sehingga udara lebih bersih. Dengan kata lain, akan sangat mendukung pengurangan emisi karbon seperti yang ditargetkan pemerintah.

"Pasokan listrik melalui PLTN dipastikan juga akan lebih stabil, konstan, sehingga akan sangat menguntungkan bagi industri," katanya. Keuntungan lain, tidak akan tergantung lagi dengan fluktuasi harga bahan bakar minyak. Energinya pun tidak akan fluktuatif jika menggunakan tenaga angin, misalnya.

"Secara teknis, kami di BATAN siap, tinggal menunggu keputusan go nuclear dari pemerintah," tandasnya. Beberapa stakeholder di negeri ini, telah siap untuk menyonsong era pemanfaatan teknologi nuklir untuk industri. Pihaknya juga sudah menyusun peta pemangku kepentingan.

"Pihak swasta yang paling siap adalah industri non nuclear island, misalnya industri pembuat turbin, sipil, dan teknologi non reaktor lainnya," katanya.

Sisi lain, kata dia, yang paling lemah adalah industri di nuclear island yakni industri yang bergerak di bidang reaktor dan fasilitas yang berisiko radiasi, karena sampai saat ini di Indonesia memang belum ada.

Hal ini menjadi tantangan bagi BATAN untuk mengajak industri sebanyak-banyaknya bergerak masuk ke ranah industri nuclear island.

Dari sisi infrastruktur, Djarot mengklaim bahwa Indonesia telah siap untuk memasuki go nuclear. Selain itu Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dengan regulasinya juga siap mengawal pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi.

"Memang selama ini belum ada kebijakan go-nuclear dari pemerintah, sehingga pihak swasta masih enggan untuk menuju industri nuclear island. Tetapi paling tidak, kami sudah mengajak para stakeholder untuk berdiskusi agar mereka bisa cepat beradaptasi bila kelak Indonesia menyatakan go-nuclear," tambahnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi mengatakan, peningkatan ekonomi Indonesia harus dibarengi dengan tumbuhnya dunia industri. Listrik nasional harus mampu mendorong tumbuhnya industri agar mandongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kurtubi mendesak pemerintah untuk segera go nuclear. Undang-undang sebenarnya tidak melarang pemanfaatan nuklir sebagai sumber energi listrik. Hanya saja peraturan di bawah undang-undang, yang menyatakan nuklir sebagai pilihan terakhir, yang perlu diubah.

"Sepuluh fraksi di DPR pun sudah setuju jika pemerintah go nuclear dan membangun PLTN," paparnya kemudian.

Jika pemerintah pusat tak segera mengambil kebijakan go nuclear, Kurtubi pun menyatakan, tak akan segan mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun PLTN. Kalbar dan NTB patut memiliki sumber energi listrik dari nuklir karena industri di daerah itu akan sangat membutuhkan.

“Khusus untuk NTB, jika masih saja khawatir pada gempa, bisa saja dibuat PLTN terapung. Tidak usah PLTN dengan kapasitas besar, tapi di bawah empat ratus megawatt, saya kira sudah mencukupi sebagai pasokan listrik bagi industri di daerah," ujar Kurtubi.

Penulis: Danang Prabowo
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners