Rekomendasi

Perhelatan IMF - World Bank di Bali, PT Pertamina Prediksi Terjadi Lonjakan Avtur Sebesar 30 Persen

Sabtu, 06 Oktober 2018 : 22.58
Published by Hariankota
Perhelatan IMF - World Bank Di Bali, PT Pertamina Perdiksi Terjadi Lonjakan Avtur Sebesar 30 Persen
DEPASAR - PT Pertamina (Persero) memperkirakan selama perhelatan internasional kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua Kabupaten Badung akan terjadi lonjakan Avtur sebanyak 30 persen di DPPU Ngurah Rai.

Unit Manager Comm & CSR MOR V, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan kenaikan Avtur ini terjadi karena ada kenaikan penerbangan dari rata-rata 16 pesawat per jam menjadi 30-36 pesawat per jam.

Sedangkan DPPU Labuhan bajo diperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penerbangan dari 15 pesawat per hari menjadi 48 pesawat per hari.

“Dengan 15 penerbangan penyaluran 15 Kiloliter per hari maka dengan 48 penerbangan pesawat akan terjadi kenaikan menjadi 48 Kiloliter per hari,” demikian Rifky melalui rilis yang diterima hariankota.com, Sabtu (6/10/2018).

Selain kenaikan Avtur, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga akan terjadi. Diprediksi lonjakan terjadi 30 persen. Untuk itu, PT Pertamina (Persero) menyiagakan 5 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan 2 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). TBBM dan DPPU tersebut disiagakan 24 jam selama acara kegiatan berlangsung.

"5 TBBM yang disiagakan Pertamina untuk kegiatan Annual Meeting IMF dan World Bank 2018 itu adalah TBBM Sanggaran, TBBM Manggis, TBBM Reo, TBBM Maumere, dan TBBM Ende. Sedangkan 2 DPPU adalah DPPU Ngurah Rai dan DPPU Labuan Bajo. Semua TBBM ini disiagakan 24 jam," paparnya.

Menurutnya, puncak lonjakan BBM akan terjadi antara H-7 dan H+7 ketika delegasi dan peserta kegiatan tersebut mulai berdatangan hingga seminggu setelah acara puncak selesai. Pertamina pun mengantisipasi dengan menyiapkan fasilitas tambahan penyaluran pada TBBM dan SPBU ring 1 dari venue acara yang berada di Denpasar dan Badung.

Disebutkan, untuk Labuhan Bajo diperkirakan terjadi kenaikan konsumsi 18,75 kilo liter per hari dengan asumsi 5.000 peserta yang akan berkunjung ke wilayah di Nusa Tenggara Timur itu. Diketahui, ada 20.000 peserta dari 189 negara akan menghadiri acara yang berlangsung dari 5-8 Oktober 2018.

Penulis: Made Sugandha
Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More