Rekomendasi

Polres Boyolali Gelar Rekontruksi Suami Mabuk Bunuh Istrinya Sendiri

Jumat, 19 Oktober 2018 : 17.17
Polres Boyolali Gelar Rekontruksi Suami Mabuk Bunuh Istrinya Sendiri (Foto: Istimewa)
BOYOLALI - Diawali adegan saat tersangka pulang dalam kondisi mabuk sehabis karaoke, penyidik Reskrim Polres Boyolali menggelar rekontruksi kasus pembunuhan seorang ibu muda di Dukuh Gumukrejo, Desa Kebungulo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jum'at (19/10/2018).

Dengan pengawalan ketat petugas, dan disaksikan warga yang dibatasi garis polisi. Tersangka bernama Handoko (36) yang tak lain suami korban, Novi Septiyani (22) menjalani 34 adegan rekontruksi, dimana kebanyakan dilakukan di dalam rumah, tertutup untuk awak media.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto kepada hariankota.com menyampaikan, gelar rekontruksi juga melibatkan Kejaksaan Negeri Boyolali serta pengacara tersangka. Tujuannya untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan terhadap tersangka.

Baca Juga
Dari beberapa adegan tersebut diantaranya, seperti dikatakan Kasat Reskrim yakni, saat tersangka dengan mengendarai sepeda motor pulang ke rumah dalam kondisi mabuk, adegan percekcokan, hingga adegan pencekikan dengan posisi tersangka dan korban (diperagakan peran pengganti) didorong bersandar pada tembok rumahnya hingga kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia.

"Rekonstruksi ini ada 34 adegan yang diperagakan oleh tersangka, (sudah) menjelaskan secara gamblang bagaimana dia datang dalam kondisi mabuk. Kemudian terjadi percekcokan hingga melakukan kekerasan terhadap istrinya," terang Willy.

Menurut keterangannya, kekerasan yang dilakukan tersangka dengan cara mencekik leher korban hingga kehabisan napas telah menyebabkan ibu muda satu anak masih kecil ini akhirnya meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di lantai.

"Ini sesuai dengan keterangan hasil otopsi dokter forensik Polda Jateng. Jadi (korban) kehabisan napas karena cekikan tersebut. Ini sudah tergambar jelas, hasil rekonstruksi ini dengan hasil otopsi sudah nyambung," tandasnya.

Menurut Willy, dalam pemeriksaan, tersangka juga mengaku menyesal. Tersangka tidak menyangka jika perbuatannya pada Senin (1/10/2018) dinihari lalu itu telah mengakibatkan istrinya meninggal dunia.

"Dia pikir (cekikannya) tidak sampai (membuat korban) meninggal," imbuhnya. Seperti diberitakan, kasus ini terbongkar bermula dari kecurigaan warga terhadap kematian korban yang mendadak tanpa diketahui penyebabnya.

Oleh kepolisian ditindaklanjuti dengan pembongkaran makam pada Minggu, (7/10/2018) sebelum akhirnya menetapkan suami korban sebagai tersangka pembunuhnya.

Atas perbuatannya, oleh penyidik, tersangka dijerat pasal berlapis, Pasal 44 ayat 3 UU No 23/2004 tentang penghapusan KDRT, Pasal 351 ayat 3 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 7 tahun.

Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners