Rekomendasi

Potong Gaji Pegawai, Oknum PNS Bendahara Puskesmas di-OTT Polda Jatim

Senin, 01 Oktober 2018 : 18.06
Published by Hariankota
Ilustrasi
MALANG - Seorang oknum PNS pegawai Puskesmas Karangploso tertangkap tangan oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur dalam sebuah operasi tangkap tangan (OOTT.

Dari informasi yang dihimpun hariankota.com, oknum PNS yang diketahui berinisial K ini tertangkap tangan ppada Kamis (27/9/2018) di Puskesmas Karangploso di Jalan Panglima Sudirman, sekitar jam 15.00 WIB.

K (54) warga Desa Pendem, Kota Batu, sekaligus bendahara Puskesmas Karangploso diduga memotong uang gaji 29 pegawai puskesmas lainnya tanpa sepengetahuan para pegawai.

Dalam menjalankan aksinya, terduga pelaku mewajibkan seluruh pegawai puskesmas membuka rekening di Bank Jatim. Lalu oleh pelaku buku rekening berikut ATM-nya dipaksa untuk diserahkan ke dirinya.

Pengambilan ATM dan buku rekening karyawan dilakukan pelaku guna memudahkan mengambil gaji para pegawainya, tanpa sepengetahuan pemilik masing - masing. Kemudian pelaku memberikan tunai kepada para karyawan setiap 3 bulan sekali.

Namun setiap pegawai mendapat uang berbeda - beda dilihat dari daftar absensi, jabatan pemegang program, masa kerja, hingga status pendidikan, tanpa ada kejelasan informasi dari K. Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera tak mengelak bila ada OTT salah satu oknum PNS di Puskesmas Karangploso.

"Terduga pelaku tidak menjelaskan kepada pegawai berapa uang kapitasi yang sudah masing ke rekeningnya dan tidak menjelaskan berapa uang yang dia ambil dari rekening pegawainya," terang Barung saat ditanya kronologi kejadiannya, melalui pesan singkat, Minggu malam (30/9/2018).

Ia menambahkan dugaan potongan uang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sejak Januari hingga Agustus 2018 sebesar Rp 198.390.911. "Kita sudah amankan beberapa barang bukti di antaranya 1 handphone, 57 buku tabungan dan ATM milik pegawai, 31 amplop berisi yang total Rp 75.620.000," lanjut Barung.

Terduga pelaku K saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Unit 2 Subdit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Jatim dan diancam dengan pasal 12 huruf e UU Nomor 31 tahun 1999 junto UU Nomor 20 tahun 2001.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pejabat maupun pihak terkait institusi dimana terduga pelaku bernaung untuk memberikan keterangan apapun.

Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More